“Indonesia Goes Digital”, Talkshow Kementerian Kominfo bersama Fikom Unpad

 

TV Digital-1

JATINANGOR – Digitalisasi siaran televisi merupakan sebuah keniscayaan seiring dengan perkembangan jaman. Dengan digitalisasi satu kanal televisi kelak bisa dipecah menjadi 12 saluran sehingga siaran televisi bisa lebih beragam. Kondisi ini memungkinkan akan makin beragamnya siaran televisi dan akan semakin membuka lapangan kerja baru karena akan membutuhkan insan-insan pertelevisian yang kreatif.

Staf ahli Kementerian Kominfo, Ir Woro Indah ST mengungkapkan hal itu dalam Talk Show bertajuk Sosialisasi Televisi digital “Indonesia Goes Digital”. Selasa (24/5) di kampus Fikom Unpad. Tampil sebagai pembicara Dr.Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., SH.,M.Si (Dekan Fikom Unpad), Ir. Woro Indah, ST (ahli Kemnkominfo), Ir. Syafrullah (Direktur Teknik TVRI) dan Dr. Hardianto sebagai (Pakar Teknik Penyiaran). Acara dipandu oleh Dosen Prodi Jurnalistik, Pandan Yuda Pramesti,MSi.

Dekan Fikom Unpad, Dr Dadang Rahmat mengungkapkan, era digital memang sebuah keniscayaan, namun sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di pelosok-pelosok untuk mendapatkan siaran televisi secara normal saja sulitnya minta ampun.

TV Digital-2

Selain itu, kata Dadang, siaran TV digital juga tidak bisa diakses dengan TV analog yang sekarang digunakan oleh hampir semua pemirsa TV di Indonesia. Dia juga berharap, di era TV digital mendatang, orang Indonesia jangan sampai hanya menjadi obyek atau penonton saja di negerinya sediri.

“Kita harus meningkatkan awareness mengenai digitalisasi ini, jika tidak maka kita nantinya hanya akan menjadi objek dari digitalisasi ini”.

Acara Talkshow ini diselingi oleh hiburan yang cukup menyegarkan oleh penampilan Stand Up Comedy Sadana Agusta dan penampilan duo “Tetangga Pak Gesangvokalis lagu-lagu lawas tahun 60-an asal Solo.

Di akhir acara, , Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., SH., M.Si mendeklarasikan pencanangan TV Unpad pada bulan Agustus dan kesiapan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi untuk menjawab tantangan mengelola Media Center secara mandiri. (Ghea Gizha)