“Jangan Takut Sama Wartawan”, Prodi Jurnalistik Kerjasama dengan Empat Organisasi Profesi

 
Para Kepala Sekolah sekecamatan Citali dengan poster PKM Prodi Jurnalistik.

Para Kepala Sekolah sekecamatan Citali dengan poster PKM Prodi Jurnalistik.

SUMEDANG – Tim Dosen Prodi Ilmu Jurnalistik Fikom Unpad menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) BOPTN di Kecamatan Pamulihan Kab.Sumedang dengan tema “Sosialisasi Profesi Jurnalis” bagi para Kepala Sekolah, Kepala desa dan para pelaku industri rumah tangga. Untuk memaksimalkan acara ini prodi jurnalistik bekerjasama dengan organisasi kewartawanan dan kehumasan yang ada di tingkat provinsi Jawa Barat.
Kegiatan ini diselenggarakan atas permintaan masyarakat di kecamatan Pamulihan karena aktivitas mereka kerapkali “terganggu” oleh para oknum yang mengaku sebagai wartawan. Di Desa Citali sebagai sentra industri rumah tangga yang memproduksi aneka makanan ringan seringkali didatangi para oknum yang mengaku wartawan disertai ancaman kepada para industri rumahan dengan alasan pelanggaran aturan pemerintah.

 

Suasana Pelatihan

Suasana Pelatihan

Keluhan serupa muncul dari para kepala sekolah dan kepala desa yang kerapkali didatangi oleh para oknum yang mengaku wartawan yang ujung-ujungnya meminta ongkos. “mereka juga seringkali mengancam dan menggebrak meja” ujar salah seorang kepala sekolah.
Berdasarkan hal itu, tim PKM Prodi menurunkan para dosennya yang umumnya mantan wartawan dan wartawan yang masih aktif, yakni Dr.Aceng Abdullah,MSi (mantan wartawan yang juga pengurus PWI Jabar), Drs.Sahat Sahalatua Saragih, M.I.Kom (Mantan wartawan Suara Pembaruan), Rinda Aunilah Sirait S.Sos (Mantan wartawan Bisnis Indonesia), Basith Patria S.Sos (Pemred PR FM) serta Dr.Dadang Rachmat SH,S.Sos, M.Si (Mantan Ketua KPI).

 

Penyerahan Poster secara simbolis oleh Ketua Prodi kepada Ketua PGRI Kec.Pamulihan.

Penyerahan Poster secara simbolis oleh Ketua Prodi kepada Ketua PGRI Kec.Pamulihan.

 

Oleh para pembicara mereka diberi bekal pengetahuan tentang selukbeluk dunia kewartawanan dan cara untuk mengatasi serangan wartawan “bodreks”. Para peserta diberi “vitamin” agar tidak lagi takut kepada para oknum ini, serta pengetahuan tentang sejumlah jurus dan mitos para “bodreks” tersebut. Juga jangan segan-segan untuk melaporkan kepada polisi apabila mereka mengancam atau memeras.
Untuk pemberdayaan para peserta kegiatan ini, setiap peserta di penghujung acara dibagi satu set poster yang sengaja dibuat oleh Prodi Jurnalistik bekerjasama dengan PWI Cabang Jabar, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jabar serta Perhumas Pengda Jabar. Isi poster berupa ungkapan yang jika dibaca oleh para bodrek diharapkan mereka akan malu melakukan perbuatan yang selama ini dilakukannya. Satu set poster terdiri dari empat tema.
Menurut rencana, kegiatan kampanye anti wartawan bodreks ini akan diangkat ke tingkat yang lebih luas lagi, yakni ke tingkat provinsi Jabar serta tingkat nasional. (AA).