KJ21 Tampilkan Pahlawan Muda Melalui Seminar Superhero Indonesia

 
Seminar Superhero Indonesia (Foto : Margaretha Sinaga)

Seminar Superhero Indonesia (Foto : Margaretha Sinaga)

JATINANGOR – KJ21 (Kelompok Jatinangor 21) Fikom Unpad –UKM yang bergerak di bidang sosial- Selasa (5/5) menggelar seminar bertajuk “Superhero Indonesia” di Bale Santika Kampus Unpad Jatinangor. Seminar ini menampilkan para “superhero” muda yang kiprahnya benar-benar luar biasa bagi masyarakat luas.

 
Empat superhero ditampilkan sebagai pembicara dalam seminar ini, yaitu Metta Dian (Public Relations of Indonesia International Work Camp), Cory Cornelia (Sekretaris 1000 Guru Bandung), Riyanti Teresa (Founder 1 Ton untuk Papua), dan Sani Novika (Pengajar Muda VII Tulang Bawang Barat, Indonesia Mengajar). Mereka membagikan pengalaman dan ilmu berharga dengan keunikan ceritanya masing-masing.

 
Sani Novika bertutur tentang kisah hidup yang dialaminya selama satu tahun menjadi pengajar di Tulang Bawang Barat, sebuah daerah terpencil di Lampung. Selama Sani menjadi pengajar muda, dia menjalankan dua prinsip berbeda sekaligus, yaitu idealis dan realistis. Seorang yang idealis menganggap pengajar muda merupakan aksi nyata untuk menunjukkan rasa cinta tanah air, memenuhi janji kemerdekaan, dan menjalankan tri darma perguruan tinggi.

 
Masih menurut Sani, “Saya juga sangat beruntung kalau ditinjau dari sisi realis. Saya seperti mendapat S2 “kehidupan” secara gratis, punya saudara banyak, dan bisa beribadah dengan membantu sesama.”

 
Seminar ini menularkan semangat pengabdian kepada peserta yang hadir. Nurul (FIB Unpad) menyatakan antusiasmenya untuk menjadi pahlawan di bidang pendidikan. “Saya ingin menjadi pengajar juga sama seperti kakak-kakak yang hadir. Namun saya bingung, bagaimana cara membuat anak-anak bahagia seperti yang ada di foto dan video yang baru saja disajikan?” tanya Nurul.

 
Cory Cornelia menjawab bahwa untuk beberapa program mengajar, setiap guru harus mengikuti pelatihan pedagogis terlebih dahulu. Pelatihan yang diberikan adalah cara mengajar kreatif dan inovatif. “Pendekatan personal ke anak juga perlu dilakukan karena kebanyakan anak yang tinggal di daerah pedalaman kurang percaya diri untuk berbicara di depan umum. Asik loh ngobrol langsung, sekalian kita memberi motivasi dan mengetahui mimpi-mimpi mereka”, tambahnya.

 
Dengan terlaksananya seminar ini, panitia berharap lebih banyak lagi mahasiswa Unpad yang tergerak hatinya untuk menjadi superhero di bidangnya masing-masing. Caranya, bisa dengan bergabung dengan salah satu organisasi sosial yang ada atau bahkan mendirikan komunitas baru yang berdasar untuk mengabdikan diri pada masyarakat.

 
Hasil seminar ini dananya akan disumbangkan bagi kebutuhan adik-adik asuh di KJ21. UKM ini memiliki puluhan adik asuh yang tinggal di perkampungan sekitar kampus Unpad Jatinangor. Secara periodik, adik asuh KJ-21 diajak bermain di kampus, dimotivasi untuk berperstasi dan meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Margaretha Sinaga)