Kuliah Umum Fotografi: Biar Mahasiswa Punya Referensi

 

JATINANGOR – UKM Fotografi Fikom Unpad, Fokus, mengadakan kegiatan kuliah umum fotografi yang bekerjasama dengan Institut Francais Indonesia (IFI), Laboratorium Fotografi Fikom Unpad. Kegiatan ini mengundang fotografer muda asal Perancis, Adrien Pezennec. Kuliah umum ini diawali dengan pembukaan dari salah satu dosen fotografi Fikom Unpad, Sandi Jaya Saputra, dilanjutkan dengan sesi presentasi foto-foto dari Adrien Pezennec. Kuliah umum Fotografi ini diadakan di Laboratorium Fotografi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran pada Jumat (25/11), pukul 13.30 WIB.

“Kuliah umum ini diadakan supaya memberikan referensi baru bagi mahasiswa, baik dari segi kebudayaan atau referensi artis,” ucap Sandi. Tujuan diadakannya kuliah umum ini yakni untuk memberikan perspektif fotografi dari segi seni, dan tidak hanya segi jurnalisme saja. Kunjungan Adrien ke Fikom Unpad juga merupakan dalam rangkaian kunjungannya saat ia berada di Indonesia. Sandi juga berharap Fikom Unpad dapat bekerjasama dalam segi kebudayaan dengan lembaga-lembaga dari luar negeri. Menurutnya, tidak semua hal relevan antara fotografi jurnalisme dengan fotografi seni.

img_20161125_145554

Dalam presentasinya, Adrien menampilkan beberapa foto hasil karyanya dan hasil karya orang lain yang ia muat dalam situsnya. Foto-foto yang ia sajikan bercerita tentang camp konsentrasi Nazi, yang kala itu menelan banyak korban. Adrien memilih warna hitam dan putih untuk setiap hasil fotonya, karena ia mengakui bahwa hitam dan putih mewakili kesan kesejarahan pada peristiwa di foto tersebut.

“Hitam dan putih membicarakan hari ini, dan juga mencoba menggabungkan periode yang berbeda dari setiap foto,” ujar Adrien ketika menjawab pertanyaan seorang mahasiswi dari prodi Manajemen Produksi Media (MPM). Pada situs pribadi Adrien dan pameran fotonya, ia juga menampilkan hasil foto karya orang lain. Ia menjelaskan bahwa hal menampilkan karya orang lain pada art gallery-nya sah saja, karena ia tidak menjual karya tersebut dan hanya menampilkannya.

It’s about the liberty of expressions,” ucap Adrien. Alasan Adrien memilih camp Nazi untuk menjadi bahan pemotretannya berawal dari tugas yang diberikan oleh gurunya. Kala itu Adrien sedang berada di Polandia, dan ia memutuskan untuk mengambil gambar di sana. Salah satu tempat yang ia kunjungi yakni Museum Auschwitz Birkenau di Polandia. Setelah ia mengunjungi tempat-tempat yang memiliki sejarah peristiwa camp konsentrasi Nazi, ia pun semakin tertarik untuk mencari tahu lebih dalam dan menjadikan kisah ini sebagai program kerjanya. (Amanda Christabel)

Profil Mahasiswa

Dewi Permata Sari, Omset Bisnisnya Ratusan Juta Rupiah per Bulan

January 6, 2017

Dewi Permata Sari, Omset Bisnisnya Ratusan Juta Rupiah per Bulan
“SEKECIL apapun usaha, setidaknya kita menjadi bos dari usaha tersebut daripada terjun dalam usaha yang besar, namun kita

Profil Dosen

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah

January 6, 2017

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah
DOSEN Fikom Unpad yang satu ini mudah dikenali dari gaya berpakaiannya yang lain dari yang lain. Pria kelahiran

Profil Alumni

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting

January 19, 2017

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting
SEORANG jurnalis investigasi hadir di tengah-tengah kehidupan jurnalisme bukan sekedar mengungkap kebenaran, tetapi juga sebagai bentuk advokasi. Jurnalis mampu