Kuliah Umum MNCTV dan Laboratorium Televisi

 
Suasana Kuliah Umum bersama MNCTV di Fikom Unpad. (Foto : Suwito)

Suasana Kuliah Umum bersama MNCTV di Fikom Unpad. (Foto : Suwito)

JATINANGOR : Laboratorium Televisi Fikom Unpad bekerjasama dengan MNC TV Rabu (30/4) mengadakan kuliah umum di Ruang Oemi Abdurrahman Fikom Unpad dengan mengusung tema “Pahlawan untuk Indonesia”. Dihadiri oleh mahasiswa dari jurusan Manajemen Komunikasi, acara ini dipandu oleh Kepala Lab Televisi Fikom Unpad Jimi Narotama M.S.Sos,MSi.

Menurut Ahmad Alhafiz sebagai Coorporate Secretary MNC TV, Ahmad Alhafiz, Bukan saatnya lagi siaran televisi hanya mengejar rating dan share, sensasi, dan, mengutamakan bad news. Program acara Pahlawan untuk Indonesia mengusung konsep inspiratif dan menarik bagi pemirsa. Program acara ini mengedepankan profil orang biasa yang jauh dari sorotan media dan belum pernah mendapatkan penghargaan nasional. Kegiatannya juga berdampak nyata dan luas bagi perkembangan masyarakat sekitarnya, tergolong unik, dan berkaitan dengan kelangsungan hidup.

Hadir juga dalam acara ini salah satu pemenang dari 10 besar Pahlawan untuk Indonesia 2013, Indra Darmawan, sarjana Matematika Universitas Padjadjaran namun menamai dirinya sebagai Sarjana Pemulung dari Saguling Jabar. Objek kegiatan Indra di bidang lingkungan, di Desa Cihampelas, Cililin, Jawa Barat. Kesehariannya bersama pemulung memungut sampah dari Sungai Citarum yang bermuara ke Waduk Saguling sejak 2001. Bukan hanya membersihkan, Indra juga mengajarkan masyarakat setempat, yang umumnya warga miskin, memanfaatkan sampah, seperti limbah plastik yang dibawa ke bantaran Sungai Citarum untuk didaur ulang.

Indra juga mendirikan Koperasi Bangkit Bersama, yang memberikan fasilitas simpan pinjam kepada para anggota. Bunga pinjaman dibayar dalam bentuk sampah. Selain itu, Indra juga membina warga dalam pengolahan gulma enceng gondok menjadi produk kerajinan tangan, seperti aneka tas, meja, dan kursi, juga dijadikan briket arang. Ia juga memberdayakan masyarakat untuk menghijaukan bantaran Sungai Citarum dengan hutan komunitas. Awalnya, ia sering dicibir dan diremehkan atas usahanya untuk membersihkan lingkungan sungai. Namun, kini ia terbukti menjadi manusia berhati mulia. (Evelynd)