Lomba Foto ‘Potret Indonesia’ Road to Campus dan Workshop Photography HIMA-TVF

 

workshop-foto-edit

JATINANGOR – Himpunan Mahasiswa Televisi dan Film (Hima-TVF) Fikom Unpad, bekerja sama dengan Indomaret, Nikon Indonesia, dan id-photography  mengadakan Lomba Foto Indomaret 2016 ‘Potret Indonesia’ Road to Campus dan Workshop Photography di Auditorium Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad pada hari Rabu (14/9/2016). Lomba Foto Indomaret adalah sebuah event lomba tahunan yang secara berkala diadakan oleh Indomaret.

Lomba Foto Indomaret 2016 mengangkat tema “Potret Indonesia” yang mempunyai ketentuan objek foto meliputi landscape, nature, human interest, ragam budaya dan tradisi. Selain itu, Indomaret, Nikon Indonesia serta id-photography juga mengadakan Workshop Photography yang membicarakan tentang Aerial & Traveling Photography, Tips Mengikuti Lomba Fotografi, dan Social Media. Pada tahun ini, pelaksanaan Lomba Foto Indomaret dan Workshop Photography dimulai dari kota Solo, Jogja dan kali ini diadakan di Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang.

Acara Workshop Photography dimulai dengan sambutan dari Dr. Aceng Abdullah, M.Si. selaku ketua Prodi Televisi dan Film dan Ryan Boedi dari pihak id-photography. Selain itu, Ryan Boedi juga memberi informasi tentang Lomba Foto Indomaret 2016 serta memberikan kriteria foto yang layak untuk dilombakan serta apa yang dicari oleh juri lomba fotografi tersebut.

Materi pertama disampaikan oleh Nala Rinaldo seorang fotografer profesional serta ahli dalam bidang televisi, periklanan dan desain grafis. Nala Rinaldo menjelaskan tentang traveling photography dan pentingnya sosial media bagi fotografer dengan cara memperlihatkan beberapa karyanya dan mendeskripsikan bagaimana fotonya diambil serta memberikan tips-tips untuk mengambil foto landscape yang baik saat traveling. Nala juga menceritakan bagaimana karyanya dijadikan cover majalah hanya dengan mengunggah karyanya di akun Instagramnya dan membuktikan bahwa saat ini sosial media adalah jantungnya para fotografer profesional.

Untuk sesi Workshop Photography terakhir diisi oleh Ditto Birawa, fotografer profesional Nikon yang membawa persepsi traveling photography yang berbeda berupa kehidupan sosial warga setempat, kebudayaan dan tata tertib suatu wilayah serta kuliner khas suatu daerah. Ditto Birawa menganjurkan untuk tidak berpaku pada foto landscape dan untuk mengambil gambar yang dapat menceritakan kisah yang menarik dibalik gambar tersebut.

Workshop Photography ini diakhiri dengan sekilas pengetahuan tentang Aerial photography dari segi sejarah bagaimana menangkap foto aerial serta undang-undang yang ada untuk pemakaian Drone dengan kamera. Acara ini ditutup dengan mengadakan foto bersama dan merekam video dengan menggunakan Drone di dalam auditorium dan juga di depan gedung Pascasarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad. (Bayyinah/RF)