MACOM III “Communication and Information Beyond Boundaries”

 

Magister Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) mengajak para akademisi dan praktisi ilmu komunikasi untuk keluar dari zona nyaman melintasi batas sosial, politik, budaya, dan teknologi, dengan menghasilkan penelitian yang mengaitkan berbagai sub-disiplin ilmu dengan komunikasi. hasil penelitian tersebut dikirimkan dan dipresentasikan pada Seminar Nasional Magister Ilmu Komunikasi (MACOM) dengan judul “Communication and Information Beyond Boundaries”.

Acara yang sudah memasuki tahun ke-3 ini dilaksanakan di Auditorium dan Ruang Kelas Pascasarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran pada Rabu, 31 Juli 2019. “Alhamdulillah, khusus untuk MACOM kali ini merupakan hal yang istimewa atau luar biasa karena hadirnya narasumber dari unsur praktisi dan akademisi”. Papar Jenny Suminar selaku ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Unpad.

Untuk membuka cakrawala komunikasi lebih dalam acara ini mengundang  Vice President Corporate Communication Telkomsel Denny Abidin, Consumer Product Manager Google Indonesia  Feliciana Wienathan, dan bersama mereka juga dihadirkan salah satu akademisi terbaik Universitas Padjadjaran, Kunto Adi Wibowo, PhD. Ketiga pembicara ini menyampaikan secara singkat, gamblang namun dalam perihal tantangan pelaku komunikasi di dunia korporasi, marketing, dan media baru. 

SAMSUNG CSC

Denny Abidin yang telah menangani Telkomsel dalam kurun beberapa tahun terakhir menjabarkan bahwa tantangan terbesar industri telekomunikasi saat ini adalah Diversity terkait bagaimana cara menghubungkan bangsa Indonesia dengan kondisi penyebaran penduduk dan jangkauan teknologi komunikasi yang tidak merata.

“Transformasi yang dilakukan Telkomsel terkait bagaimana cara menjadi perusahaan telekomunikasi digital dan bisnis digital seluler terkemukadi Indonesia, “ ungkap dia dihadapan para peserta, Rabu (31/7/2019).

Pada era digital  4.0 saat ini,  Ia menekankan pentingnya inovasi produk dan layanan dikarenakan penyebaran informasi sangat cepat bahkan dalam hitungan detik.  Oleh karena itu,  Corporate Communication Officer harus dapat  menentukan strategi komunikasi yang tepat untuk mengatasi krisis terkait perusahaan, sementara krisis sendiri dapat terjadi kapan dan dimana saja akibat dari penyebaran informasi dari digital platform yang hanya hitungan detik.

Hal tersebut juga senada seperti yang diungkapkan Feliciana Wienathan dari sisi marketing dan bisnis.  Ia mengatakan keunggulan dari sisi kecepatan ini memungkinkan tren berubah dengan sangat cepat.

“Bagian terbaik dari perkembangan teknologi antara lain terbukanya peluang-peluang baru yang membantu masyarakat dalam berkembang, mempercepat inovasi, dan membantu percepatan ekonomi suatu bangsa, ujar consumer product manager google Indonesia ini.

Dari analisis google sendiri ada tiga tren dalam penggunaan google sebagai teknologi komunikasi dan informasi yaitu No more mobility it’s mobile online, No metros go online, dan breaking stereotype. Ketiga tren ini menumbuhkan penggunaan mesin google terutama di Indonesia menjadi dua kali lipat pada daerah non-metropolitan jika dibandinkan dengan kota metropolitan.

Ia juga menjabarkan bahwa pengguna lebih dari 100 juta pengakses Youtube-Go di Indonesia telah memberikan kontribusi yang tinggi dan pertumbuhan viewer tercepat di dunia. Peningkatan jumlah pengguna Youtube-Go di Indonesia dipengaruhi oleh faktor perhatian konsumen Indonesia pada penggunaan kuota internet.

Pandangan lain dari segi komunikasi dan media juga dipaparkan melalui  hasil riset terkait fake news oleh akademisi Fikom Unpad Kunto Adi Wibowo. Hasil riset yang dilakukannya  menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia belum dapat mengidentifikasi fake news secara baik, dengan presentase 10.64% bisa mengidentifikasi fake news, 65.1% sedang, 24.3% sangat rendah dalam mengidentifikasi fake news.

“Identifikasi dilakukan dengan survey menggunakan  yang dibuat secara sengaja disebarkan pada responden di seluruh Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa generasi milenial merupakan generasi yang paling bisa mengindentifikasi fake news,” ungkap Kunto.

Dari penilitian yang ada  ditunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin bisa dalam mengidentifikasi fake news. Terkait dengan gender, penelitian juga menunjukkan laki-laki paling bisa mengindentifikasi fake news jika dibanding perempuan.

Beberapa poin yang didapatkan juga menunjukkan bahwa semakin tinggi penggunaan internet maka semakin tinggi kemampuan dalam mengidentifikasi fake news.  Kemudian terkait kepercayaan agama seseorang juga menunjukkan semakin rendah kemampuan dalam mengindentifikasi fake news.

Hasil penelitian yang cukup mengejutkan adalah bahkan yang mempunyai pelatihan media literasi tidak bisa membedakan antara berita yang benar dengan fake news.

Selain mendengarkan paparan ketiga pembicara,  para peserta  yang hadir juga mempresentasikan penelitian mereka terkait perkembangan komunikasi dan informasi.  Pemikiran peserta merupakan sebagian isi dari artikel ilmiah yang dikumpulkan pada panitia.

Pengiriman artikel telah dimulai sejak tanggal 5 Mei sampai 20 Juni 2019. Artikel ilmiah terpilh sebanyak 108 orang. Artikel tersebut dipublikasikan dalam Book Chapter yang ter-indeks Google Schoolar. Hampir 200 peserta ikut berpartisipasi dalam acara seminar ini yang datang dari berbagai macam institusi dan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Acara ini dibagi menjadi dua sesi yang terdiri dari sesi seminar untuk pembicara utama dan sesi paralel untuk presentasi makalah. Artikel terpilih melalui proses cek plagiasi menggunakan aplikasi  Turnitin dengan angka toleransi 20%. artikel kemudian ditinjau oleh tim reviewer.

###

Untuk informasi lebih lanjut terkait informasi acara, silahkan menghubungi Moh Faidol Juddi di kontak 085257545849 atau email juddisampoerna@gmail.com

Tags: , ,

Profil Mahasiswa

Annisa Aji Anggoro dan Visinya menjadi Agent of Change

May 20, 2019

Annisa Aji Anggoro dan Visinya menjadi Agent of Change
Annisa Aji Anggoro, mahasiswi Program Studi Ilmu Perpustakaan Fikom, terpilih sebagai delegasi Universitas Padjadjaran, dalam

Profil Dosen

ADE KADARISMAN, “KOMUNIKASI SEBAGAI JEMBATAN PERMASALAHAN LINGKUNGAN”

June 5, 2019

ADE KADARISMAN, “KOMUNIKASI SEBAGAI JEMBATAN PERMASALAHAN LINGKUNGAN”
Ade Kadarisman, dosen program studi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad telah merilis buku yang berjudul Komunikasi

Profil Alumni

Cerita Inspiratif Muhammad Nur Hakim (Senior Business Partnership Tokopedia) dan Dosen Fikom Favoritnya

April 20, 2019

Cerita Inspiratif Muhammad Nur Hakim (Senior Business Partnership Tokopedia) dan Dosen Fikom Favoritnya
Muhammad Nur Hakim, Lahir di Palembang, 14 oktober 1993, Mas Hakim merupakan Alumni program studi hubungan masyarakat