Mahasiswa DIIP Kelas B 2013 Fikom Unpad Gelar FOCUS

 
Komunitas Muli Mekhanai Lampung. (Foto Margaretha Sinaga)

Komunitas Muli Mekhanai Lampung. (Foto Margaretha Sinaga)

JATINANGOR – Mahasiswa Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan (DIIP) Fikom Unpad Kelas B 2013, Rabu (20/05) mengadakan Food and Culture Festival (FOCUS) di Gerbang Lama, Unpad Jatinangor. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan pemenuhan tugas akhir mata kuliah Humas Perpustakaan. Festival ini mengangkat tema pelestarian budaya Indonesia.

 
“Banyak mahasiswa Unpad yang sudah melupakan warisan kebudayaan Indonesia. Kami mengambil tema makanan dan kebudayaan Indonesia dalam festival ini untuk menyadarkan mahasiswa Unpad bahwa Indonesia punya kekayaan budaya yang harus diperhatikan”, ungkap Salma Hirzi Amrina selaku ketua pelaksana FOCUS.

 
Festival makanan dan kebudayaan ini menghadirkan beberapa paguyuban daerah yang ada di Unpad, seperti Komunitas Riau Padjadjaran, Komunitas Anak Bekasi, Paguyuban Mahasiswa Banten, Keluarga Mahasiswa Cirebon, Komunitas Muli Mekhanai Lampung, Komunitas Mahasiswa Subang, Keluarga Mahasiswa Ciamis-Galuh, Paguyuban Mahasiswa Purwakarta, Solidaritas Mahasiswa Batak, dan Paguyuban Mahasiswa dari Palembang.

 
Setiap paguyuban menyediakan makanan khas dari daerahnya yang disajikan di booth masing-masing. Pengunjung yang datang dimanjakan dengan kemudahan mendapatkan makanan tradisional tanpa harus berkunjung ke daerah itu. Salah seorang pengunjung bernama Ayu (FMIPA 2010) mengatakan kesempatan ini tidak boleh disia-siakan.

 
“Jarang-jarang kan bisa makan lappet dari Medan”, ucapnya sambil menunjukkan makanan khas berbahan dasar beras itu.
Selain itu, pengunjung juga disuguhi dengan penampilan kebudayaan dari paguyuban. Beberapa penampil mempertunjukkan tarian tradisional sementara sebagian lagi mendendangkan lagu daerah. Suasana berubah menjadi sangat tradisional ketika lagu daerah menggema dari panggung sampai ke pintu masuk.

 
Salma berharap kebudayaan Indonesia tetap terjaga karena bangsa Indonesia mengenal dan bangga memilikinya.“Saya melihat masalahnya adalah orang Indonesia tidak merasa memiliki kebudayaan itu. Makanya banyak kebudayaan kita yang dicuri orang. Nah, FOCUS ada untuk membuka mata tentang budaya kita”. Kecintaan terhadap budaya Indonesia dimulai dengan mengenal dan memiliki budaya itu sendiri.

 
Di akhir acara, panitia FOCUS memberikan penghargaan berupa plakat kepada semua paguyuban yang mengisi acara. Semua paguyuban diapresiasi atas kerja sama yang baik, mulai dari dekorasi booth, persiapan makanan tradisional, sampai penampilan yang maksimal. (Margaretha Sinaga)