Yustikasari Raih Gelar Doktor, Makin Banyak Anak Terinfeksi Virus HIV

 

Yustika Sari-edit

BANDUNG – Jumlah anak yang terinfeksi virus HIV/AID jumlahnya terus meningkat. Mereka terinfeksi dari ibu kandung yang melahirkannya, sejumlah ibu pun terinfeksi dari suaminya. Mereka anak-anak tidak berdosa, karena itu perhatian pemerintah terhadap anak-anak ini harus lebih ditingkatkan lagi.

Dosen Prodi Humas Fikom Unpad, Yustikasari mengungkapkan hal itu dalam disertasi berjudul “Komunikasi pada Anak yang terinfkesi Virus HIV”, Senin (26/7) di Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung. Kiki, panggilan akrab Yustikasari dipromotori oleh Dr.Atwar Bajari, Msi, Prof.Dr.Ponpon S Idjradinata,dr.Sp.A(K) dan Dr. Eni Maryani,MSi. Sedangkan yangf bertindak sebagai oponen ahli Prof.Deddy Mulyana,MA,PhD, Dr. Sussane Dida,MM, dan Dr.Ardini Raksanegara,MS.

Menurut Kiki, anak yang terinfeksi virus HIV membutuhkan perhatian secara penuh berkaitan perawatan kesehatannya sehingga kondisi fisik dan mentalnya akan selalu terjaga.

Melalui interaksi yang baik dengan keluarga, petugas kesehatan, relawan serta komunitas yang diikutinya, ungkap Kiki akan membentuk kepercayaan diri pada anak yang terinveksi virus HIV.

“Adanya dukungan serta motivasi yang optimal pada anak-anak yang terinfeksi virus HIV akan memudahkan proses penyembuhan dirinya” ujar Kiki dalam dalil disertasinya.

Kiki pun menyoroti peran pemerintah. Menurutnya komitmen pemerintah dalam mencegah anak dari infeksi dan mitigasi dampak HIV yang dilakukan secara langsung, masif dan simultan akan mengurangi jumlah penderita khususnya pada anak.

Melalui komunikasi, edukasi serta informasi secara benar dan tepat mengenai infeksi HIV maka kaum wanita serta anak akan mendapat perlindungan kesehatan.

Untuk penyusunan disertasi ini Kiki melakukan penelitian di Rumah Cemara Bandung. Di sana terdapat 40 orang anak berusia 3-7 tahun yang terinferaksi virus HIV. Rumah Cemara sejak 2007 melakukan pendampingan bagi anak-anak ini. (AA)