MALAM PUNCAK PENGHARGAAN FESTIVAL KOMUNIKASI EPICENTRUM 2017

 

JATINANGOR – Festival kompetisi komunikasi “Epicentrum 2017” menggelar acara Awarding Night sebagai acara puncak yang juga merupakan malam pengumuman para pemenang dari tiap mata lomba yang ada, serta penutupan kegiatan ini sendiri. Berlangsung pada tanggal 16 November 2017 di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, acara yang dimulai sejak pukul 20.00 – 22.00 ini berlangsung cukup meriah dengan adanya penampilan dari Tari Tradisional, Matchapella, dan Padjadjaran Ensemble Community (PEC). Pada tahun kedua penyelenggaraannya, Epicentrum 2017 yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini mengambil tema besar “Youth Responsibility for Indonesia”.

Sejalan dengan itu, Muhammad Luthfi Siregar sebagai Ketua Umum mengungkapkan bahwa Epicentrum dilahirkan bukan tentang kompetisi dan tentang siapa yang menang atau siapa yang akan pulang tanpa piala, tapi untuk membuktikan bahwa Indonesia masih dibekali pemuda dan pemudi yang terbaik yang siap bergandengan bersama. Setelah melewati berbagai rangkaian kegiatan lomba dan seminar di hari-hari sebelumnya, berdasarkan hasil penilaian oleh juri, akhirnya didapatlah nama-nama para pemenang dari tiap mata lomba. Commoviecator, mata lomba yang berfokus pada pembuatan film pendek, kali ini mengambil tema “More Action for Morality”.

Pemenang dari mata lomba Commoviecator ialah: Basamo Production dari AKMRTV dengan judul film “Damai” sebagai Best of the Best, Literature Optical Camera dari Universitas Padjadjaran dengan “Agent of Change” sebagai Best Cinematography, Heecine Produciton dari Universitas Padjadjaran dengan film “Dilema” sebagai Best Screenplay, dan Banyuwanget Production dari Universitas Negeri Surabaya dengan “Paijo: The Savior of the Nation’s You” sebagai Best Issue. Ideation, sebagai salah satu mata lomba yang mewakili bidang advertising, mengangkat tema “A(d) Creative Solution to Maximize Youth’s Participation on Indonesia Politics”. Juara pertama dari mata lomba Ideation jatuh kepada tim Satu dari Universitas Pelita Harapan, tim Stevie dari Universitas Kristen Perta sebagai juara kedua, dan juara ketiga didapatkan oleh tim Ucullop dari Unversitas Kristen Petra.

Disamping itu, ada pula mata lomba Liblicious yang mengangkat tema “Management Development in Museum” yang bertujuan untuk mengembangkan manajemen pengelolaan museum yang cocok bagi masyarakat dan mengikuti perkembangan jaman. Dari mata lomba ini, tim Imajinarium (Universitas Padjadjaran) mendapatkan peringkat pertama, diikuti oleh tim Dipo 45 (Universitas Diponegoro) dan tim Archival B (Universitas Gadjah Mada) di peringkat kedua dan ketiga. Epicentrum 2017 juga memiliki mata lomba dalam bidang jurnalistik, yaitu Parade Jurnalistik yang bertema “Data Driven Journalism”. Peringkat pertama di mata lomba Parade Jurnalistik diraih oleh tim Hagia dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, peringkat kedua oleh tim Cloudy Brain dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan peringkat ketiga oleh tim The Fourth Estate dari Universitas Indonesia.

Komunikasi juga khas dengan berbagai riset yang dilakukan, karena itulah mata lomba Research Mindedness yang berfokus pada riset kali ini mengambil tema “Gender Inequality in Indonesia”. Peringkat pertama mata lomba ini ditempati oleh tim Aksara (Universitas Gadjah Mada), kedua tim Bunga Di Tepi Jalan (Universitas Padjadjaran) dan tim Kieso (Universitas Indonesia) di peringkat ketiga. Mata lomba The 6th Padjadjaran Public Relations Festival yang mengambil tema utama “Advancing Communication’s Quality to Achieve Nation’s Compability” memiliki tiga cabang lomba: PR Student Forum, memiliki beberapa kategori pemenang khusus; tim Sagicitas (Universitas Padjadjaran) sebagai Outstanding Delegates dan juga Best Statement, tim Lunar Eclipse (Universitas Padjajaran) sebagai Distinguish Delegates, serta tim Microdot (Universitas Airlangga) sebagai Honorable Mention. Kemudian, pemenang utama dari cabang lomba OlymPRDay adalah tim Tepuk Tangan (Universitas Padjadjaran) yang juga memenangkan kategori Best Presentation, pemenang kedua adalah tim Pragiwaka (Universitas Indonesia), dan pemenang ketiga diperoleh oleh tim De Trion 2.0 (Universitas Padjadjaran).

Yang terakhir ialah cabang lomba PRCreation, dimana tim Nankartsu dari Universitas Padjadjaran mendapatkan peringkat pertama dan kategori Best Content, tim Linggaratu dari Telkom University di peringkat kedua, dan tim TAM dari Universitas Padjajaran di peringkat ketiga. Tak hanya itu, pada acara puncak Awarding Night juga diumumkan Universitas Padjadjaran sebagai The Most Epic University pada Epicetrum 2017. Berbagai informasi terbaru mengenai acara ini, khususnya Epicentrum 2017, dapat dilihat di berbagai sosial media resmi Epicentrum 2017 seperti: Instagram (@epicentrumunpad), Twitter (@epicentrumunpad), Line (@epicentrumunpad), dan www.epicentrumunpad.com

Profil Mahasiswa

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial

February 1, 2017

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial
BUNGA CLAUDYA selain fokus dalam kegiatan akademik, mahasiswa jurusan Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 2012 ini serius menggeluti organisasi.

Profil Dosen

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah

January 6, 2017

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah
DOSEN Fikom Unpad yang satu ini mudah dikenali dari gaya berpakaiannya yang lain dari yang lain. Pria kelahiran

Profil Alumni

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting

January 19, 2017

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting
SEORANG jurnalis investigasi hadir di tengah-tengah kehidupan jurnalisme bukan sekedar mengungkap kebenaran, tetapi juga sebagai bentuk advokasi. Jurnalis mampu