Manjaga Iman dan Takwa, Meraih Hidup Mulya.

 
Ustad Aang Ridwan M.Ag (Foto Suwito).

Ustad Aang Ridwan M.Ag (Foto Suwito).

JATINANGOR – Ada empat tahapan untuk menjaga Iman dan takwa, serta meraih hidup mulya. Semua tahapan itu dipesankan oleh para Nabi dan Rasul kepada umat manusia. Empat tahapan itu diibaratkan bahwa hidup ini seseorang sedang mengarungi lautan luas dengan perahu dan muatannya.

 
Ustad Aang Ridwan,M.Ag dari Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, mengungkapkan hal itu dalam tausiah bulanan sivitas akademika Fikom Unpad, Senin (25/5) di ruang Oemi Abdurachman kampus Jatinangor. Hadir dalam acara ini Dekan Fikom Prof.Deddy Mulyana,MA,PhD para wakil dekan, koordinator prodi, para dosen serta tenaga kependidikan dan pengutrus Dharma Wanita Fikom Unpad.

 
Empat pesan nabi untuk meraih hidup mulya, kata Aang Ridwan adalah, Pertama, perbaharui “perahu” yang membawa kita berlabuh karena luas dan dalamnya lautan kehidupan. Kedua, bawalah bekal secukupnya, karena perjalanan yang kita tempuh itu teramat jauh dan lama.
Ketiga, kendati membawa bekal yang cukup, tetapi peringanlah muatan perahu yang kita gunakan, dan yang keempat selalu ikhlas dalam beramal.

 
Iman
Yang dimaksud dengan “perahu” ini adalah Iman. Iman kita harus selalui diperbaharui. Dalam tinmgkatannya, Iman itu sendiri ada beberapa tingkatannya, dari mulai keimanan yang berkarakter dan sudah mendarah daging. Level ini hanyalah iman milik para malaikat. Ada pula Iman Ma’sum, yakni Iman yang terjaga yang hanya dimiliki para nabi dan rasul. Mereka terjaga dari fasik dan munafik.

 
Selain itu, ada iman yang diterima oleh Allah SWT karena ilmu dan amalannya yang bermanfaat bagi umat, dan ada juga iman mau’kuf, yakni iman yang diragukan karena rendah ilmunya dan miskin pengamalannya. Misalnya ada orang mengaku iman kepada Allah SWT tetapi masih pergi ke dukun dan “orang pintar”.

 
Selain itu, ungkap Ustad Aang, ada juga iman yang ditolak karena orangnya munafik. Iman hanya diucapkan lisan tetapi bertolak belakang dengan perbuatannya. “Ibarat Srigala berbulu domba” ujarnya.

 
Untuk memperingan muatan perahu kehidupann ini, lanjut Aang kurangilah berbuat dosa. Teruslah membaca Alqur’an, dan yang terakhir adalah selalu ikhlas dalam beramal baik, juga harus pandai bersyukur kepada Allah SWT apa pun yang diberikan kepada kita. (AA)