Margaretha Sinaga, Merajut Mimpi di Negeri Ginseng Korea

 
Margaretha Sinaga (Foto Dok Pribadi)

Margaretha Sinaga (Foto Dok Pribadi)

ANAK MUDA mana yang tidak ingin pergi ke Korea Selatan dengan gratis? Margaretha Sinaga, perempuan mungil kelahiran Pematang Siantar, 9 April 1994 ini, mendapatkan sebuah kesempatan yang tidak ternilai. Dia berhasil menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam pertukaran pelajar yang diselenggarakan oleh Ajou University pada tahun 2013.

 
Gadis yang mahir berbahasa Inggris ini, sebenarnya bukan tipe orang yang suka tampil di depan layar. Margaretha yang biasa disapa Retha ini, mengaku merupakan orang yang pendiam dan pemalu. Namun, karena dia masuk di sebuah fakultas komunikasi yang dituntut untuk pintar berbicara dan berani tampil di muka umum, namun mahasiswi Prodi Mankom Fikom Unpad angkatan 2012 ini akhirnya mencoba menjadi percaya diri.

 
Awal cerita, mencoba mengikuti seleksi pertukaran mahasiswa Ajou University hanyalah “iseng-iseng berhadiah”. Kemudian tahap demi tahap mampu dia lalui. Sampai akhirnya tiba di delapan besar, sebuah kebanggan dan harapan besar mulai tertanam di benak Retha. Namun, harapan itu mulai sirna ketika salah satu pengujinya, seorang Psikolog berkata,”Kamu masih (angkatan) 2012, masih panjang perjuangannya. Saingan kamu sudah banyak yang mencoba beberapa kali.” Kata-kata yang keluar dari sang penguji secara tidak langsung menyuruh Retha untuk mengalah.

 
Namun kemudian, staf rektorat Unpad menghubungi Retha dan berkata “Halo ini Margaretha? Selamat ya kamu ke Korea. Ternyata Ajou meminta tiga orang delegasi dan kamu rangking ke tiga. Mulai sekarang kamu cepat mengurus berkas ya.” Margaretha sempat tertegun sejenak dan tidak percaya akan semuanya.

 
Di sana Margaretha juga ikut menari di KBRI. Bergabung dalam Kelompok Tari Tradisional Indonesia (KTTI), Retha sering diundang dalam berbagai acara di Korea untuk menarikan tari daerah seperti Tari Sabalah, Tari Tempurung dan Tari Batak Tor-tor . Menari di KBRI ternyata sangat menguntungkan, Margaretha mendapatkan upah senilai Rp 1 juta hanya untuk menari selama empat menit.

 
Ajou Internasional Day 2013 adalah acara kompetisi budaya antara mahasiswa internasional. Disana Margaretha menunjukan kebudayaan Indonesia seperti makanan berupa nasi goreng, menari jatil dan kebudayaan lainnya. Dalam acara tersebut Indonesia berhasil menyabet juara ke-2 dan diberi hadiah uang senilai Rp10 juta.

 
Tugas utama pertukaran pelajar adalah untuk memperkenalkan budaya dari negara asal. Retha mengajar kebudayaan Indonesia bersama delegasi lainnya di berbagai sekolah di Suwon. Dengan membawa pakaian adat kebaya, kain ulos, angklung dan buku-buku Indonesia, Margaretha mencoba memperkenalkan budaya Indonesia. Reaksi anak-anak di sana sangat tertarik, apa lagi saat Retha memperkenalkan mata uang Indonesia. Mereka langsung tertegun dan “gemas” melihat bentuk mata uang Indonesia yang baru pertama kali dilihatnya.

 
Semenjak ke Korea Retha semakin mahir berbahasa Inggris serta bisa berbahasa Korea. Manfaat lainnya adalah networking, bisa punya banyak teman dari berbagai negara di dunia dan sampai sekarang masih terus berhubungan baik satu sama lainnya. (DINAR SAFA ANGGRAENI)