Mayoritas Media, Tidak Ramah terhadap Anak-anak

 

media-ramah-anak-edit

JATINANGOR – Hima Jurnalistik Fikom Unpad belum lama ini menyelenggarakan talkshow “Media, Taman Bermain Anak Masa Kini” Acara ini merupakan rangkaian kegiatan  Epicentrum 2016 di kampus Fikom Unpad Jatinangor.

Sebelum kegiuatan ini diselenggarakan beberapa seminar dan workshop diantaranya Diginomics, Ideation Workshop, dan Liblicious, pada Selasa (22/11) ada Talkshow Parade Jurnalistik (Parjur). Talkshow ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (HMJ) Fikom Unpad dan dibuka oleh Ketua Pelaksana Ni Kadek Diana Pramesti, Ketua HMJ Rayhan Akbar, dan Dekan Fikom Unpad Dr. Dadang Rahmat Hidayat.

Talkshow ini membahas bagaimana kondisi media saat ini dan kaitannya dengan anak-anak. Pada sesi pertama tampil Wisnu Prasetyo dari Remotivi, Kinanti Pinta Karana dari UNICEF Indonesia, Santi dari Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) dan psikolog anak Jovita.

Sebelum talkshow dimulai, ditayangkan video wawancara tujuh anak berumur 7 sampai 12 tahun dan tujuh orang berumur 18 sampai 21 tahun tentang bagaimana mereka menggunakan media. Ironisnya, sebagian besar anak-anak mengatakan mereka sudah menggunakan gawai dan tujuh orang berumur 18 sampai 21 tahun mengatakan kalo saat kecil lebih sering membaca buku dan bermain dengan teman-temannya tanpa gawai.

Kinanti Pinta Kirana menjelaskan hasil survei yang diadakan Ureport tentang mendidik  tidaknya tayangan televisi Indonesia masa kini. Berdasarkan survei, 90% tayangan televisi dianggap tidak mendidik. Dia pun menambahkan kalau saat ini media belum sepenuhnya ramah terhadap anak, tapi sudah ada niatan untuk menjadi media yang sepenuhnya ramah anak.

Hasil survei pun dikeluarkan oleh Wisnu Prasetya melalui Remotivi. Menurutnya, 59% responden mengatakan tayangan yang ditonton tidak mendidik dan 20% diantaranya mengandung konten kekerasan.

Sedangkan Jovita mengatakan ketagihan akan gawai akan memberikan dampak jangka panjang bagi anak-anak. Misalnya saja masalah kesehatan seperti obesitas atau dari segi motorik kasar anak-anak akan kurang beraktivitas fisik. Selain itu, Santi cemas dan prihatin dengan kondisi yang ada. Ia mengatakan presentase tayangan yang aman 48% dan yang kurang aman 34%, serta ada 17% tayangan yang berbahaya dan sering ditonton oleh anak-anak.

Komisioner KPI sekaligus Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Hardly Stefano mengatakan, media saat ini memang suka melanggar dan kontennya tidak tepat untuk anak-anak, apalagi saat prime time. “Contohnya saja sinetron Mermaid in Love dan Anak Jalanan,” ujarnya menyebutkan program yang tidak tepat untuk anak-anak.

Wakil Ketua KPID Jawa Barat Dadan Saputra menegaskan seharusnya program televisi harus sesuai dengan klasifikasi umur yang sudah ditetapkan dan harus ada pembaharuan klasifikasi umur penonton. Misalnya saja pukul 07.00 – 09.00 dan 15.00 – 18.00 lebih diutamakan tayangan yang sesuai dengan klasifikasi pra-sekolah (2-6 tahun).

“Pernah ada sinetron yang pemerannya masih anak-anak diberi klasifikasi anak, tapi pas udah jadi remaja klasifikasinya tetap anak,” tuturnya.

Produser Laptop si Unyil Mutia Ginting mengatakan, pihaknya selalu patuh dan mencoba patuh pada aturan yang ada. Ia pun membeberkan kalau pihaknya selalu mencoba kreatif karena sadar kalau tontonan anak banyak yang tak mendidik.

Berbeda dengan pembicara sebelumnya, penulis dan Editor in Chief BEST Nilam Zubir mencoba membuat media cetak ramah anak BEST. BEST merupakan majalah untuk anak. “Ada konten budi pekerti, rasa nasionalitas, nilai peduli alam,” ujarnya sebagai solusi untuk anak-anak Indonesia.

Nilam Zubir mengatakan, kita harus optimis kalau media mampu menjadi media ramah anak. Ia pun menambahkan masyarakat jangan membebankan hal itu pada pekerja media atau pemerintah sebagai regulator. Selain itu, Hardly mengingatkan kalau mahasiswa harus bersuara dan jadi agen untuk membangun literasi media. (RF)

Profil Mahasiswa

Dewi Permata Sari, Omset Bisnisnya Ratusan Juta Rupiah per Bulan

January 6, 2017

Dewi Permata Sari, Omset Bisnisnya Ratusan Juta Rupiah per Bulan
“SEKECIL apapun usaha, setidaknya kita menjadi bos dari usaha tersebut daripada terjun dalam usaha yang besar, namun kita

Profil Dosen

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah

January 6, 2017

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah
DOSEN Fikom Unpad yang satu ini mudah dikenali dari gaya berpakaiannya yang lain dari yang lain. Pria kelahiran

Profil Alumni

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting

January 19, 2017

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting
SEORANG jurnalis investigasi hadir di tengah-tengah kehidupan jurnalisme bukan sekedar mengungkap kebenaran, tetapi juga sebagai bentuk advokasi. Jurnalis mampu