Mendesak, Standardisasi Lembaga Sertifikasi Profesi Humas.

 

Standardisasi-Humas-2JATINANGOR – Insan kehumasan (public relations) saat ini sudah saatnya memiliki sertifikasi profesi. Hal ini untuk meningkatkan kualifikasi profesi insan kehumasan sesuai dengan makin besarnya tuntutan dan perubahan yang terus terjadi dalam masyarakat. Namun untuk menuju ke arah itu perlu dilakukan standardisasi bagi lembaga sertifikasi profesi Humas itu sendiri.

 
Demikian rangkuman dari sejumlah peserta Focus Group Discussion (FGD) “Standardisasi Lembaga Sertifikasi Profesi Humas” yang diselenggarakan atas kerjasama Kantor kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Prodi Humas Fikom Unpad, Kamis (12/3) di kampus Fikom Unpad. Hadir dalam acara ini Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Drs.Freddy H Tulung,MUA. Dekan Fikom Unpad Prof.Deddy Mulyana MA,PhD, ketua Aspikom Dr.Atwar Bajari,MSi, Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indoinesia (ISKI) Dr.Yuliandre Darwis,MA, Koordinator Prodi Humas Fikom Humas, Tri Damayanti,MSi serta sejumlah pakar dan praktisi public relations. Tampil sebagai nara sumber Prita Kemal Ghani dari London School of Public Relations. Acara dipandu oleh pakar komunikasi dari UI, Prof. Sasa Djuarsa,MA,PhD.

 
Standardisasi-Humas-1Henny Widianingsih komisioner dari Komisi Informasi Pusat yang juga dosen Prodi Ilmu Komunikasi UI menyatakan, profesi humas wajib memiliki sertifikasi. “Dibanding disiplin ilmu yang lain seperti bidang hukum, saya sangat malu dengan profesi Humas yang belum tersertifikasi dengan baik” ujar Henny.
Menurutnya, profesi Humas ini amat rentan, semua orang bisa masuk, padahal basisnya adalah ilmu komunikasi. Akibatnya profesi humas di sejumlah lembaga kelihatannya hanya bekerja di bagian dokumentasi atau sebagai “pemadam kebakaran” jika terjadi kasus.

 
Hal senada diungkapkan Ketua Umum ISKI Yuliandre Darwis. “Uji kompetensi profesi humas sedikitnya harus dilihat dari sisi skill, knowledge dan attitude” ujarnya. Menurut Andre, saat ini jangan sampai asal-asalan ikut uji kompetensi. Proses sertifikasi pun seolah jadi euforia sehingga terkesan sporadis dan seremonial.

 
Andre juga berharap sertifikasi ini tidak hanya terpusat di daerah, tetapi juga menyebar ke seluruh penjuru Tanah Air. Menurutnya tempat uji kompetensi (TUK) terlihat berpusat hanya di Jakarta tetapi juga harus juga ada di daerah.

 
Mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Dr.Dadang Rakhmat Hidayat,SH, S.Sos, MSi yang juga sebagai Koordinator Prodi Jurnalistik Fikom Unpad juga mendukung adanya roadmap untuk menata lembaga penyelenggara sertifikasi ini. Namun dia berharap Lembaga Sertifikasi Profesi ini harus berani menanggalkan ego sektoral. Dadang mendukung Prodi Humas Fikom Unpad bisa menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dengan berpegang kepada norma, standar, prosedur dan kriteria.

 

 
Untuk meningkatkan kualifikasi lulusannya, Koordinator Prodi Humas Tri Damayanti MSi, menyatakan, prodinya berupaya agar setiap lulusan S1 sudah tersertifikasi. Namun di lapangan kedudukan prtofesi humas di pemerintahan saja terlihat tidak sereagam. Ada yang jabatannya di eselon1, eselon 2 atau bahkan lebih bawah lagi.

 
Heri Rakhmadi dari Perhumas bersyukur bahwa saat ini Kemenpan RI berniat untuk menyeragamkan posisi jabatan Humas ini sebagai Biro untuk semua kementerian. Ihwal lembaga Sertifikasi Profesi, Heri menyarankan agar jumlahnya jangan terlalu banyak. Hal ini untuk mempermudah koordinasi dan kualifikasi LSP itu sendiri. Kualifikasi penjabat Humas juga harus terus menerus perbaikan karena bidang humas termasuk bidang yang dinamikanya sangat cepat sejalan dengan perkembangan masyarakat dan teknologi komunikasi dan informasi yang juga terus berubah.

 
Terlalu banyaknya LSP akan menyebabkan berbedanya standar pemberian sertifikasi. Di mata Ketua Aspikom, Dr.Atwar Bajari MSi perbedaan ini tidak mengagetkannya. Jangankan standardisasi, kurikulum di tiap prodi humas pun berbeda-beda. Di katakannya, di seluruh Indonesia, saat ini tercatat sebanyak 240 program strudi ilmu komunikasi yang kebanyakan konsentrasinya adalah bidang Humas. Tidak heran jika setiap tahun dihasilkan ribuan sarjana atau diploma bidang kehumasan.(AA).