Meneliti Komunikasi Konselor Adiksi Narkoba, Marhaeni FK Raih Gelar Doktor Ilmu Komunikasi

 

BANDUNG – Maraknya kasus penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oknum pejabat dan para profesional seperti anggota DPR, Jaksa, Hakim, anggota TNI, Polri, Bupati, Artis dll menarik perhatian Marhaeni Fajar Kurniawati (45) untuk meneliti tentang “Konselor Adiksi Narkoba”. Lewat penelitiannya itu dia meraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi di Program Pascasarjana Komunikasi Fikom Unpad.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta ini dipromotori oleh Dr.Susanne Dida,MM, Dr.Purwanti Hadisiwi,M.Ext.Ed dan Riza Sarasvita,MSi,MHS,PhD. Bertindak sebagai oponen ahli Prof.Deddy Mulyana,MA,PhD, Prof.Dr.Sam’un Jaja Raharja,MSi dan Dr.Anter Venus,MA.Comm. Sidang dipimpin oleh Dekan Fikom Unpad, Dr.Dadang Rahmat Hidayat,S.Sos,SH, beberapa waktu lalu di Gedung Pascasarjana Unpad Bandung.

Dalam penelitiannya, Marhaeni mengeskplorasi secara mendalam makna diri, makna konseling bagi konselor adiksi narkoba dan pengalaman komunikasi konselor pada klien oknum.  Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan tradisi fenomenologi serta pendekatan teori interaksi simbolik dan konstruksi realitas sosial. Uniknya, para konselor ini adalah para mantan pengguna narkoba yang juga pernah menjalani sebagai pasien penyembuhan narkoba.

Hasil penelitian ini, ungkap Marhaeni, makna diri diperoleh melalui interpretasi dan persepsi secara subjektif dalam interaksi yang dliakukan oleh konselor adiksi narkoba dalam melakukan konseling kepada kliennya yang semuanya para oknum di atas.

Makana konseling, sambung Marhaeni diperoleh melalui pengalaman pribadi. Mereka harus berhadapan dengan klien yang siap untuk direhabilitasi dan mereka yang tidak mau untuk direhabilitasi. Pengalaman komunikasi yang bersifat positif dan negatif pun diperoleh dari interaksi dengan klien.

Marhaeni melakukan penelitian ini di Kelompok House of Change Badan Narkotika Nasional, Lido Sukabumi Jawa Barat.(AA)