Mengenal Lebih Dekat Almira Surlaya, Pelopor Bisnis Soft Cookies

 

Almira Ditrya Kartikatantri atau yang lebih dikenal dengan nama Almira Surlaya saat ini tengah disibukkan dengan bisnis kuenya, dengan brand Doux Cookies. Mahasiswa Berprestasi Fikom Unpad tahun 2012 ini juga merupakan co-founder dan business director dari Vasant Digital. Meskipun ia sebelumnya tidak pernah membayangkan akan menjalani bisnis di bidang kuliner, Almira mengaku bahwa karier yang dipilihnya saat ini merupakan passion-nya.

Lulusan Program Studi (Prodi) Hubungan Masyarakat tahun 2014 ini sebelumnya pernah magang di sebuah agensi public relations di Jakarta, namun ia merasa pekerjaan kantoran dengan jam kerja ‘9 to 5’ bukanlah pekerjaan yang ia idamkan. “Apapun yang kalau kalian lakukan dan nggak passion ya akhirnya (hanya) menghitung gaji di akhir bulan, ya nggak, sih? Nggak dirasain gitu” ujarnya. Akhirnya ia pun memutuskan untuk berhenti dari agensi tersebut.  

Bisnis soft cookies yang dijalaninya saat ini pada awalnya hanyalah proyek penyaluran hobi. Dengan modal awal 5 juta rupiah Almira mulai mencoba peruntungan di acara-acara bazar. Tenyata Doux Cookies, merek soft cookies-nya, cukup diminati oleh para pengunjung bazar. Dari hasil bazar pertama itulah Almira kemudian membeli keperluan produksi seperti mixer, oven, dll. Ia pun menambahkan, “Kalau mau start sesuatu, always begin with the end in mind.  Sebelum memulai sesuatu harus ada proyeksinya.” Lulusan Prodi Humas Fikom Unpad tahun 2014 ini juga menambahkan, “Kita harus tahu mengenai tujuan yang akan dituju. Setelah itu, baru lah kita dapat menyusun jalan menuju tujuan tersebut. Hal tersebut berlaku pada semua hal termasuk pada bisnis.”

Sadar akan potensi pasar di bidang kuliner soft cookies, Almira ingin lebih serius dalam menjalani bisnis ini, ia mulai mempelajari manajemen keuangan dan investasi. “Dalam satu tahun, kita tetap punya timeline. Bulan ini goal-nya apa, bulan depan goal-nya apa. Itu tetep ada strukturnya walaupun memang tidak seserius perusahaan yang lain.” paparnya. Kini setelah dua tahun berdiri, Doux Cookies telah menjadi pelopor produk soft cookies di Jakarta.

Suka duka yang di jalani selama membangun usaha tidak pernah dipandang Almira sebagai sebuah kesulitan. Baginya, semua masalah yang datang sudah satu paket dengan solusinya. “Kalau ada opportunity untuk grow, kenapa nggak?,” ucapnya santai.

Meskipun terlihat ramah dan easy going, ternyata Almira pernah mengalami perundungan pada saat menjadi mahasiswa. “Kalau yang namanya mahasiswa itu kan ada senioritas, ada junioritas. Dulu ngerasain rasanya nggak punya temen,” tuturnya. Hal itu yang kemudian membuat Almira tidak memiliki ekspektasi apapun dan fokus untuk belajar. “Nggak usah di pikirin. Kalau di-bully, di-bully lah. Terserah, karena itu bukan benefit buat kalian. Nggak usah baper (terbawa perasaan), karena kalau kita baper nggak akan ke mana-mana.”, tambahnya. Hobbynya di bidang fotografi, videografi, dan programming disalurkannya dalam organisasi Hima Humas. “Dulu ikut divisi media. Pada semester 5 jadi semester Hima. Jadi kuliah-Hima-pulang, kuliah-Hima-pulang.” Dalam kesempatan wawancara, Almira menyampaikan beberapa pesan untuk teman-teman mahasiswa, “Always keep your glass half full dan be open minded.” (NK)

Tags: , ,

Profil Mahasiswa

Mengenal Sosok Alfin, Mahasiswa Berprestasi Fikom Unpad 2019

April 20, 2019

Mengenal Sosok Alfin, Mahasiswa Berprestasi Fikom Unpad 2019
Muhammad Alfin, pemuda kelahiran 20 Mei 1997 ini terpilih menjadi mahasiswa berprestasi Fakultas Ilmu Komunikasi,

Profil Dosen

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah

January 6, 2017

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah
DOSEN Fikom Unpad yang satu ini mudah dikenali dari gaya berpakaiannya yang lain dari yang lain. Pria kelahiran

Profil Alumni

Cerita Inspiratif Muhammad Nur Hakim (Senior Business Partnership Tokopedia) dan Dosen Fikom Favoritnya

April 20, 2019

Cerita Inspiratif Muhammad Nur Hakim (Senior Business Partnership Tokopedia) dan Dosen Fikom Favoritnya
Muhammad Nur Hakim, Lahir di Palembang, 14 oktober 1993, Mas Hakim merupakan Alumni program studi hubungan masyarakat