Mengubah Derita Menjadi Bahagia

 
Ustad Budi Prayitno. (Foto : Suwito).

Ustad Budi Prayitno. (Foto : Suwito).

JATINANGOR – Kendati serba berkecukupan, banyak orang yang merasa menderita dan tidak bahagia. Kebanyakan orang menjadi stress karena tak bisa mengatasi masalah hidupnya. Padahal Dengan sejumlah langkah orang bisa mengatasi derita menjadi bahagia, diantara yakni dengan, tafwidl, istigfar dan berdoa.

 
Ustad Budi Prayitno mengungkapkan hal itu dalam acata tausyiah bulanan di hadapan sivitas akademika Fikom Unpad, Senin (16/2) di Ruang Oemi Abdurachman kampus Fikom Jatinangor. Hadir Dekan Fikom Unpad Prof.H.Deddy Mulyana MA,PhD para dosen dan tenaga kependidikan, mahasiswa dan pengurus Dharma Wanita.

 

Tausiah Bulanan Edisi Pebruari 2015. (Foto Suwito).

Tausiah Bulanan Edisi Pebruari 2015. (Foto Suwito).

Dengan Tafwild dimana kita meyakini bahwa segala yang terjadi terhadap diri kita merupakan perwujudan dari perintah Allah SWT. Jika kita tafwild Insya Allah rasa cemas yang berujung pada penderitaan akan segera berakhir.
Selain itu dengan istigfar juga akan merubah penderitaan menjadi kebahagiaan, sebab kata Ustad Budi Prayitno istigfar dapat meningkatkan derajat manusia di hadapan Allah SWT. Dengan istigfar kita meyakini bahwa derita itu sesungguhnya merupakan peringatan dari Alklah SWT karena sebuah kesalahan yang kita perbuat.

 

Dengan istighfar dosa-dosa kita dapat diampuni, diberi jalan keluar dari persoalan hidup serta diberikan pintu rejeki dari sumber yang tidak kita duga sebelumnya. Setelah istigfar barulah kita berdoa. Kita minta kepada Allah agar doa kita di-ijabah oleh SWT. “Insya Allah dengan langkah-langkah ini, pemderitaan yang mendera kita akan berubah menjadi kebahagiaan” ujar Ustad Budi Prayitno.