Menkominfo Rudiantara Orasi Ilmiah di Dies Natalis 55 Fikom Unpad

 
Menkoinfo, Rudiantara Saat berorasi Ilmiah di acara Dies Natalis Fikom Unpad ke-55. (Foto Suwito).

Menkoinfo, Rudiantara Saat berorasi Ilmiah di acara Dies Natalis Fikom Unpad ke-55. (Foto Suwito).

JATINANGOR – Puncak acara Dies Natalis Fikom Unpad ke 55 diisi acara Orasi Ilmiah dengan mengusung tema “Peran dan Perkembangan Information, Communication, and Technology (ICT) di Indonesia oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Drs. Rudiantara, MBA. dan Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad Prof. Dr. Engkus Kuswarno, M.S.

 
Orasi Ilmiah berlangsung pada Senin, (28/9) di Bale Sawala Rektorat kampus Unpad Jatinangor. Lustrum ke XI Fikom Unpad ini dihadiri pula oleh Rektor Unpad, Prof. Dr. Med. Tri Hanggono Achmad, dr. Para undangan, serta para civitas akademika Fikom Unpad.

 
Tema dari Orasi Ilmiah tersebut sesuai dengan dinamika perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia yang semakin dibutuhkan seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan dunia industri pertelekomunikasian yang menunjang berbagai unsur pembangunan setelah masuknya program digitalisasi dan 4G. Terkait dengan realitas perkembangan ICT yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, diperolehlah suatu potret bangsa yang multidimensial atas sebuah realitas.

 
Menteri Komunikasi dan Informatika RI Drs.Rudiantara yang tampil dengan judul orasi “Perkembangan ICT dan Upaya Membangun Indonesia Lebih Baik”, menyampaikan, pada Era digital saat ini kebutuhan ICT sangat prospektif untuk dikembangkan oleh masyarakat Indonesia, dengan posisi secara kewilayahan Indonesia merupakan wilayah yang rawan dan sekaligus pasar potensial dalam memanfaatkan ICT sebagai masa depan pertelekomunikasian yang berbasiskan pada internet dengan layanan broadband yang bersifat nirkabael 4G, sehingga konektivitas antar pulau akan berjalan dengan efektif.

 
Pengguna internet di Indonesia juga luar biasa tinggi sehingga hal ini merupakan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Betapa tidak, saat ini tercatat ada 300 juta simcard yang beredar di Indonesia. Sekitar 160 juta orang Indonesia memiliki lebih dari satu simcard.

 
Sayangnya, lanjut Rudiantara, ternyata tidak sinkron antara pemilik rekening bank dengan jumlah pengguna internet. Pengguna internet, tercatat 84 juta orang, sementara pemilik rekening bank hanya 60 juta orang. Besarnya pengguna internet ini cukup membantu para pelaku UKM. Sampai tahun 2014, nilai e-commerce di Indonesia mencapai US $ 12 Milyar. “Bandingkan dengan Tiongkok yang mencapai US$ 430 milyar, dan AS mencapai US$ 300 milyar” ujarnya.

 
Potret Masyarakat Digital Indonesia
Orasi Ilmiah kedua disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Dr. Engkus Kuswarno, M.S. dengan judul “Potret Wajah Masyarakat Digital Indonesia”. Menurutnya, di sisi lain, sangat menarik untuk memahami suatu objek melalui pemahaman terhadap aspek wajahnya yang ditampilkan pada ekspresi wajahnya.Demikian juga dengan membaca kondisi sebuah wajah suatu bangsa, negara, atau budaya, antara lain melalui data yang diperoleh dari hasil penelitian.

 
“Interpretasi hasil riset menghasilkan beribu makna, sehingga kita bisa memperoleh potret suatu bangsa yang multidimensial atas sebuah realitas,” tambahnya.

 
“Indonesians are very social and chatty market”, ungkap Prof. Engkus Kuswarno dalam orasinya dengan menampilkan data-data tentang mewabahnya penggunaan media sosial oleh masyarakat Indonesia. “Jakarta adalah kota dengan pengguna twitter tertinggi di dunia,” tambah beliau. Di tahun 2015 ini, Fikom Unpad genap berusia 55 tahun telah berkontribusi dan bersinergi terhadap pembangunan Indonesia, terutama dalam mengawal dan sebagai leader pembangunan sumber daya manusia di industri maupun lembaga di bidang komunikasi dan informasi di Indonesia. (Evelynd)