Motivator Aqua Dwipayana, Raih Doktor Ilmu Komunikasi di Unpad

 
Doktor Aqua Dipayana-02

Sidang Promosi Doktor Ilmu Komunikasi Aqua Dwipayana di Unpad (Foto upeks.co.id)

BANDUNG – Polantas di Jabar memiliki citra yang kurang baik di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor internal dan faktor sosial. Faktor internal menyangkut permasalahan budaya organisasi Polri sedangkan faktor sosial menyangkut perbedaan jumlah penghuni warga Kota Bandung di siang serta malam hari. Ada juga faktor-faktor lain yang menyebabkan penurunan kualitas layanan dan memburuknya citra Polantas pada Ditlantas Polda Jabar dalam perspektif pemangku kepentingan, baik instansi pemerintahan terkait, pihak swasta, maupun kelompok masyarakat.

Aqua Dwipayana, konsultan komunikasi yang juga dikenal sebagai motivator, mengungkapkan hal itu dalam disertasinya program doktor-nya, belum lama ini di Program Pascasarjana Komunikasi Fikom Unpad. Aqua yang juga pernah menerima penghargaan sebagai Anggota Polisi Kehormatan (Honoris Police) dari Kapolwil Priangan 2009 dan Kapolres Cimahi 2010, mempertahankan disertasinya yang berjudul “Citra Kepolisian Republik Indonesia dalam Pandangan Pemangku Kepentingan”.

Aqua dipromotori oleh Prof. H. Deddy Mulyana, MA, Ph.D, Dr. Atwar Bajari, M.Si, dan Dr. Edwin Rizal, M.Si. Sedangkan tim oponen ahli terdiri atas Dr. Dadang Rahmat Hidayat, M.Hum, Prof. Dr. Hj. Nina Winangsih Syam, MS, dan Dr. Suwandi Sumartias, M.Si.

Menurut Aqua, faktor-faktor yang memengaruhi realitas kualitas layanan publik dan citra Polantas misalnya masih terjadinya perilaku suap, perilaku kesewenang-wenangan, kesadaran masyarakat yang masih kurang, personil Polantas yang tidak komunikatif dalam membangun hubungan dengan masyarakat, kinerja aparat yang masih perlu ditingkatkan, dan peningkatan fasilitas pelayanan dalam upaya peningkatan kualitas layanan.

Untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan citra Polantas pada Ditlantas Polda Jabar, perlu perbaikan atau peningkatan pelayanan administrasi, penegakan hukum, penanganan lakalantas dengan optimal, penanganan pelanggaran lalu lintas dengan tegas, dan integritas personil Polri yang masih harus ditingkatkan. (Margaretha Sinaga)