Mutia Adia Risjad, Super Sibuk tapi Tetap Berprestasi

 

Mutia-Adia-edit

GADIS kelahiran Bogor 22 tahun lalu yang bercita-cita mendirikan perusahaan media ini memiliki banyak kesibukan, Pernah menjadi sekretaris Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) di BEM Kema Unpad, Tim Ad-hoc di Hima Humas, Direktur Pendidikan di It’s Ones sebuah LSM non profit, Editor majalah Pena An-Nahl Fapet Unpad, bersama Forum Indonesia Muda FIM memiliki project bernama law comic project, sebuah project yang dibuat untuk mengemas bahasan tentang hukum dengan ringan, enak dan menarik melalui komik, mengingat anak muda sekarang banyak yang antipati dengan yang berkaitan dengan hukum dan politik,

Mahasiswa Prodi Hubungan Masyarakat (Humas) Fikom Unpad ini  juga bertindak sebagai networking di bisnis konveksinya yang bernama Enem Production, bisnis ini mendapat juara 1 di Unpad Award 2013 kategori kewirausahaan, terakhir dia memiliki EO untuk kegiatan kampus yang baru dirintisnya bersama dua orang temannya.

Banyaknya aktivitas di luar menurutnya tidak terlalu mengganggu kegiatan akademiknya, dia tetap bisa membagi waktu antara kuliah, aktivitas di luar dan tugas-tugas kuliah yang tidak pernah terbengkalai. Dia tidak setuju dengan kata orang, jika ikut kegiatan dan organisasi itu akan lama lulusnya, IP dan IPK turun, menurutnya justru dengan ikut organisasi akan mendapat banyak manfaat.

Aktif di berbagai kegiatan pun tak mengganggu prsetasinya, buktinya IPK malah menjadi naik, IPKnya yang tetap tinggi yaitu 3,82, ini membuktikan bahwa ‘Belajar tidak harus di kelas, dan menjadi aktivis bukan berarti nilai akademiknya rendah’ Ujarnya.

Ikut banyak organisasi dengan nilai akademik yang tetap bagus tidaklah sulit. ‘Kuncinya ketika kita memutuskan untuk aktif di organisasi, jangan asal ambil amanah karena gengsi, kita tahu kapasitas diri kita sampai mana dan jangan lupa juga manajemen waktu’ ujarnya. Untuk masalah prioritas mahasiswi satu ini menganggap kuliah dengan kegiatan di luar/organisasi sama pentingnya karena saat lulus tapi tidak bisa apa-apa itu sama aja bohong, kuliah hanya teori dan organisasi sebagai ajang untuk mempraktekannya atau untuk belajar sebelum terjun langsung ke masyarakat.

Selain kegiatan yang sangat banyak dan nilai akademik tinggi, mahasiswi ini juga pernah terpilih untuk student exchange ‘Democratic Economic Young Summit’ di Turki, namun karena pengumumannya baru dua minggu sebelum keberangkatan, maka tidak memungkinkan untuk mengajukan proposal ke sponsor untuk mendapat bantuan finansial, jadilah dia tidak berangkat ke Turki. (Ayu Syifa Salsabilla)