Novi Andayani Raih Gelar Doktor Komunikasi, “Gay Bukan Turunan, Bisa Disembuhkan”

 

Doktor-Novi-Andayani-1-edit

BANDUNG – Seorang gay bisa sembuh dan menjadi laki-laki hetero karena perilaku gay bukan turunan. Dengan berbagai terapi yang tepat penderita gay bisa kembali hidup normal. Salah satu terapinya yakni dengan pendekatan komunikasi.

Dosen tetap Fisip UHAMKA Jakarta, Novi Andayani Praptiningsih mengungkapkan hal itu dalam disertasinya yang berjudul Etnografi Komunikasi Komunitas Gay “Coming Out” yang dipertahankannya beberapa waktu lalu dalam sidang promosi doktor di Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Novi dipromotori oleh Prof.Dr. Engkus Kuswarno MS, Dr.Atwar Bajari, MSi dan Dr.Eni Maryani, MSi. Bertindak sebagai oponen ahli Prof.Deddy Mulyana MA,PhD, Prof.Dr.Kusdwiratri Setiono,Mpsi dan Dr.Agus Rahmat,MPd.

Menurut Novi, aktivitas anggota komunitas gay di Jakarta mengomunikasikan identitas dirinya melalui proses komunikasi dan interaksi dalam keseharian.

“Perspektif beberapa anggota komunitas berubah dengan tidak lagi meyakini terhadap mitos gay-gene, yaitu bahwa gay bukan bawaan lahir. Mereka percaya no body is born gay, everyone can change”  ungkap Novi.

Doktor-Novi-Andayani

Beberapa informan penelitian Novi di sebuah komunitas gay terkenal di Jakarta, identitas dirinya berubah karena semakin tidak yakin dengan mitos gay-gene. Menurutnya, mereka saat ini sedang berproses menjadi laki-laki hetero.

“Terapi yang efektif dalam penelitian ini dilakukan dengan komunikasi persuasif dan pendekatan agama yang disebut sebagai Spiritual and Persuasive Communication Therapy dan Psikospiritual Therapy” jelas Novi yang dikenal sebagai trainer di banyak lembaga dan perusahaan ini.

Menurutnya, aktivitas komunikasi kaum gay di sebuah komunitas di Jakarta menjadi salah satu cara untuk mengatasi gayphobia berupa stigma negatif seperti bullying, dan penilaian diskriminatif dari masyarakat. Gayphobia ini merupakan rasa takut masyarakat terhadap kaum gay, dan berbanding terbalik dengan heterophobia yang dilakukan oleh kaum gay berupa bullying yang dilakukan oleh kaum gay terhadap mantan gay serta kaum gay yang sedang berproses menuju ke hetero. (AA)