Nurmaya Prahatmaja, dalami Heritage Archive untuk raih PhD di Universiteit Leiden

 
Nurmaya di sebuah satsiun KA di Belanda (foto Agrar Sudrajat)

Nurmaya di sebuah satsiun KA di Belanda (foto Agrar Sudrajat)

SETELAH melalui proses yang panjang, akhirnya Nurmaya Prahatmaja kelahiran Klaten, 30 Agustus 1980 berangkat ke Leiden, Belanda pada 14 Nopember lalu untuk melanjutkan studi doktoral (PhD) dalam bidang Perpustakaan dan Heritage Archive di Leiden Ethnosystem and Development (LEAD) Programme, Graduate School of Science, Universiteit Leiden, The Netherlands.

 

Bermula dari keikutsertaan Nurmaya dalam tim Universitas Padjadjaran yang menangani proyek digitalisasi 40.000 arsip dan dokumen penting yang tersimpan di Universitas Leiden. Arsip ini peninggalan para ilmuwan berpengaruh semasa Hitler dalam sebuah proyek bernama Digitalization of Historical Archives on Physical Anthropology, Human Evolution and Development (HEAD) Programme sejak 2010. Melalui program inilah Ia berkesempatan terlibat dalam berbagai kegiatan ilmiah berskala internasional dan berpartisipasi dalam Leiden Ontzet (hari peringatan penemuan kembali Kota Leiden) yang diperingati setiap tanggal 3 Oktober.

 

Karena kerja kerasnya selama menjadi anggota tim pendokumentasian arsip selama Perang Dunia II tersebut, Nurmaya berkenalan dengan Prof. L.J. Slikkerveer dari Universitas Leiden Belanda yang kemudian menjadi supervisornya. Dari sinilah dia membuka jalan untuk dapat melanjutkan studi doktoralnya.

 

Bersama istri tercinta (Foto koleksi pribadi)

Ayah dari dua anak ini pernah bekerja sebagai assistant secretarial of Prof. DR (HC) Uton Muchtar Rafei yang merupakan mantan Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization – South East Asia Region (WHO – SEARO) di New Delhi, India, sekaligus sebagai pustakawan (librarian) di WHO Collaborating Center (WHO CC) UNPAD pada tahun 2004. Ia kemudian mulai menjadi staf pengajar (dosen) di Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan FIKOM UNPAD Bandung sejak Januari 2005, di almamater dan tempat Ia mengenyam pendidikan S1.

 

Selama menjadi mahasiswa, Nurmaya aktif dalam beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Himpunan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (HIMAKA), Biro Kerohanian Islam (BKI) FIKOM, serta Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UNPAD. Nurmaya kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Manajemen Informasi dan Perpustakaan (MIP) Program Studi Kajian Budaya dan Media, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 2008. Di UGM Yogyakarta.

 

Mas Nur, biasa ia dipanggil, mendapatkan gelar Master of Arts (MA) dalam bidang Kajian Budaya dan Media. Ilmu dan wawasan yang selama ini diperolehnya tersebut kemudian ditularkan kepada para mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dalam beberapa mata kuliah seperti Manajemen Kearsipan, Katalogisasi Deskriptif, Tesaurus, Dokumentasi dan Kearsipan, serta Abstrak Indeks. Dia pun tertarik dengan kajian heritages and memory studies dimana di dalamnya juga dikaji mengenai pengembangan institusi memori (museum, arsip, serta perpustakaan) di perguruan tinggi/universitas.

 

Pada sebuah acara di Belanda. (Foto koleksi pribadi).

Pada sebuah acara di Belanda. (Foto koleksi pribadi).

Mendapatkan kesempatan untuk memperoleh gelar doktoral (PhD) dengan supervisi Prof. L.J. Slikkerveer di salah satu kampus terbaik Eropa menjadi kesempatan langka bagi sebagian besar akademisi. Leiden University atau Universiteit Leiden (bahasa Belanda), Academia Lugduno Batava (bahasa Latin) disebut merupakan kampus tertua di Belanda yang didirikan pada tahun 1575 oleh Pangeran Willem van Oranje. Pada saat ini, Universitas Leiden memiliki peringkat ke-71 di dunia, ke-20 di Eropa dan kedua di Belanda berdasarkan The Academic Rangking of World Universities tahun 2014.

 
Nurmaya yang memiliki moto hidup “Hidup yang mengalir, hidup harus diperjuangkan” ini bercita-cita untuk menjadi ahli dalam bidang Ilmu Informasi dan Perpustakaan tidak saja di tanah air namun juga di kancah internasional. Ia berharap, sekembalinya dari studi di Belanda, Ia dapat memberikan sumbangsih nyata untuk perkembangan Ilmu Perpustakaan dan pengembangan institusi memori di Indonesia. (SAMSON)