Open House Kepakaran dan Riset Dosen Prodi Humas Fikom Unpad

 

JATINANGOR – Pada Kamis, 16 Maret 2017, telah dilaksanakan Open House Kepakaran dan Riset Dosen Program Studi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad, di Ruang Oemi Abdurahman Lantai 2 Gedung Dekanat Fikom Unpad. Open house diadakan dalam rangka menjelaskan ranahan penelitian yang dapat menjadi pilihan mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat (prodi Humas) Fikom Unpad dalam pelaksanaan tugas akhir. Rangkaian ini dihadiri oleh mahasiswa prodi Humas Fikom Unpad angkatan 2014 dan 2015 yang kini sedang menempuh semester 6 dan semester 4. Acara dibuka oleh sekretaris prodi Humas Fikom Unpad, Bapak Aat Ruchiat Nugraha, selaku moderator rangkaian open house ini. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Dr. Susie Perbawasari, Dra., M.Si., selaku Kepala Program Studi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad. Beliau menjelaskan bahwa tujuan dari diadakannya open house ini adalah untuk membantu mempersiapkan mahasiswa prodi Humas Fikom Unpad agar dapat lulus tepat pada waktunya.

Pembicara pertama pada open house ini adalah Ibu Dra. Susane Dida M.M., dosen prodi Humas Fikom Unpad, yang memberikan penjelasan mengenai ranahan penelitian Branding dan Reputasi. Beliau menjelaskan berbagai area penelitian di bidang branding, seperti personal branding, place branding, nation branding, dan city branding. Sambil menutup pemaparan materinya, beliau mengatakan, “Reputation is everything.” Selanjutnya, Bapak Dr. Suwandi Sumartias, M.Si. menjelaskan bidang penelitian Politycal Public Relations. Beliau menjelaskan bahwa mahasiswa humas perlu memiliki perhatian terhadap isu-isu yang terjadi di lingkungan sekitar, termasuk isu-isu politik.

Bapak Dr. Agus Rahmat, Drs., M.Si. juga hadir menjadi pembicara ketiga dalam agenda open house ini. Beliau sebagai dosen pembimbing khususnya di ranahan CSR mengatakan bahwa citra dan reputasi itu salah satu unsurnya adalah prestasi sosial, dalam CSR itu sendiri mencakup profit, planet, dan people. Dosen prodi Humas Fikom Unpad ini juga menjelaskan bahwa topik CSR dalam ranah bimbingannya memperbolehkan mahasiswa menggunakan data sekunder, dengan catatan bahwa harus menyusun jurnal nasional. Open house dilanjutkan oleh Ibu Dr. Hanny Hafiar, M.Si. sebagai pembicara terakhir mengangkat kajian Media & Digitalisasi. “Bidang fokus dari ranah ini adalah media-media yang digunakan untuk menyebarkan info kepada publik mikro dan makro, termasuk didalamnya terdapat media konvensional serta media berbasis digital,” tuturnya.

Antusiasme audience semakin meningkat ketika Bapak Aat mengumumkan daftar dosen pembimbing bagi setiap mahasiswa prodi Humas Fikom Unpad angkatan 2014 dan 2015. Antusiasme mahasiswa prodi Humas Fikom Unpad sangat baik, terlihat juga dari keaktifan mahasiswa dalam sesi tanya jawab, diantaranya adalah Rianto, Shiddiq, Fidy, dan Asyfa (Humas 2014). Sesi tanya jawab berakhir pukul 10.15 WIB sekaligus mengakhiri agenda open house dengan kesimpulan yang dikemukakan oleh Bapak Aat bahwa dengan adanya sistem pembagian dosen pembimbing yang dilakukan lebih cepat ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih fokus dalam melakukan penelitian dan dapat lebih mempersiapkan diri, sehingga dapat mempercepat masa studi dan lulus tepat pada waktunya. * (Nisia Hikaru Ono, Yuri Dewi R. N.) 

Profil Mahasiswa

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial

February 1, 2017

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial
BUNGA CLAUDYA selain fokus dalam kegiatan akademik, mahasiswa jurusan Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 2012 ini serius menggeluti organisasi.

Profil Dosen

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah

January 6, 2017

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah
DOSEN Fikom Unpad yang satu ini mudah dikenali dari gaya berpakaiannya yang lain dari yang lain. Pria kelahiran

Profil Alumni

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting

January 19, 2017

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting
SEORANG jurnalis investigasi hadir di tengah-tengah kehidupan jurnalisme bukan sekedar mengungkap kebenaran, tetapi juga sebagai bentuk advokasi. Jurnalis mampu