Pandan Yudapramesti, Kompetensi Jurnalis Harus Ditingkatkan

 

Jurnalisme-Data

BANDUNG – Perkembangan teknologi dan sarana internet memicu banjir informasi bagi warga. Penyaringan dan penyampaian informasi lewat pengolahan basis  data menjadi tahapan penting. Pengolahan basis data memungkinkan warga dapat mengakses informasi  yang bermutu dan betul- betul berguna bagi mereka. Jurnalis dituntut menguasai teknik ini agar tugasnya bias ditunaikan.

“Jurnalisme data dapat mendekonstruksi kebenaran yang berlindung di balik berita”, ujar tenaga Ahli Utama Kantor Staf  Presiden Wandy N Tuturoong, dalam seminar  Jurnalisme  Masa Depan Jurnalisme Data, di Gedung Unpad Training Centre, Jalan Ir.H.Juanda No.4, Bandung, Rabu(30/3/2016).

Selain Wandy, Seminar juga menghadirkan anggota Aliansi Jurnalis Independen Kota Bandung Zaky Yamani, dosen Prodi Jurnalistik Fikom Unpad Pandan Yudhapramesti, dan Peneliti Jaring M Kholikul Alim.

Wandy mengatakan, fenomena banjir informasi yang belakangan berkembang memicu kebingungan di masyarakat untuk menentukan mana yang benar dan salah. Apalagi, ditambahkan dengan keriuhan di media sosial seperti twitter, maupun Facebook. Menurut dia, fenomena ini terjadi karena dua faktor, yakni kepentingan ekonomi.

Dijelaskan Wandy, semua pihak berperan dalam mengembangkan jurnalisme berbasis data. Bagi kalangan pers, mereka harus dapat membangun kapabilitas media dan jurnalisnya agar dapat membaca dan mengolah data dengan baik.

Sementara itu Zaky Yamani, memaparkan bagaimana mengolah data menjadi berita menarik. Dia mengatakan, informasi bukan sekadar tentang apa yang kita tahu , melainkan bagaimana informasi tersebut digunakan untuk mengambil keputusan.

“Komputer  jangan hanya dijadikan alat mengetik. Banyak perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengolah data. Internet juga dapat digunakan untuk menggali data dan mengecek data dan mengecek informasi”, kata Zaky.

Sementara itu, Dosen Prodi Jurnalistik Fikom Unpad Pandan Yudhapramesti mengatakan, ada banyak tantangan dalam mengembangkan jurnalisme berbasis data. Ia memandang perlu adanya pengembangan kompetensi dari penyedia dan pengembangan data. Kompetensi jurnalis pun harus ditingkatkan.

Salah satu contoh penerapan jurnalisme data dipaparkan Khoilul Alim, Ia menjelaskan, hasil penelitiannya mengenai anggaran hibah menjelang pemilihan kepala  daerah di 12 wilayah pada 2015. Dari hasil penelitiannya terungkap, hibah cenderung meningkat menjelang dan saat pilkada. Sementara tahun berikutnya menurun. (Tri Joko Her Riadi/PR 31/3/16)