Pascasarjana Komunikasi Unpad Gelar Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Internasional

 
Ketua Program Doktor, Dekan Fikom dan Pemateri. (Foto AA)

Ketua Program Doktor, Dekan Fikom dan Pemateri. (Foto AA)

JATINANGOR – Menulis artikel untuk jurnal internasional diperlukan strategi dan pengetahuan tentang bagaimana cara menulis yang baik, serta artikel yang bagaimana yang peluang untuk dimuatnya tinggi. Tanpa memperhatikan strategi atau jurus tertentu, mustahil artikel ilmiah bisa dimuat di jurnal internasional.

 
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Erie Febrian,PhD mengungkapkan hal itu dalam “Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Internasional” bagi dosen dan mahasiswa Pascasarjana Komunikasi Fikom Unpad yang diselenggarakan Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi, Fikom Unpad, Selasa – Rabu (16-17/12) di kampus Fikom Unpad Jatinangor. Acara pelatihan dibuka oleh Dekan Fikom Unpad Prof.H.Deddy Mulyana,MA,PhD.

 
Jurnal-Internasional-2Artikel untuk jurnal internasional, ungkap Erie harus memiliki daya tarik dalam penulisannya, mengapa? Karena editor jurnal internasional yang bereputasi, setiap hari menerima puluhan artikel dari seluruh penjuru dunia. Seorang editor harus menyeleksi ratusan artikel setiap minggunya, sehingga hanya artikel yang memiliki daya tariklah yang memiliki peluang yang tinggi untuk dimuat. Karena itulah menurut Erie, yang pertama dibaca oleh editor adalah abstraks dari sebuah artikel ilmiah.

 
Sepanjang pengamatan dan pengalaman Erie dalam menulis artikel untuk jurnal internasional, sebuah abstrak harus menampilkan gagasan yang kontras dari teori yang ada. Penulis harus menampilkan sejumlah teori atau temuan dari ahli atau peneliti lain, kemudian memaparkan temuan kita yang tidak sesuai dengan teori tersebut. Akan lebih menarik apabila penulis berani mengungkapkan ketidaktepatan teori dari perspektif penerapan di Indonesia.

 

 

Pemateri, Erie Febrian PhD.(Foto AA)

Pemateri, Erie Febrian PhD.(Foto AA)

Sebaliknya, artikel yang terlalu mendukung teori yang ada, terus tidak ada gagasan orisinal dari penulisnya, maka jangan harap artikel kita bisa dimuat. “Artikel ilmiah yang menarik bagi editor jurnal internasional adalah artikel yang berani menabrak teori yang ada, jangan mendukung teori, sebab banyak editor jurnal yang berpendapat kalau temuannya sama dengan teori lama, so what?” ungkap Erie.

 
Menurut Erie, para edior kesulitan menilai sebuah artikel ketika artikel tersebut tidak memiliki atau tidak menunjukan tesis atau argumen yang kuat dalam bahasannya. “Mereka biasanya akan cenderung me-reject dengan menyampaikan your article is not original atau it does not have significance” ujar Erie.

 
Argumen yang dimaksud, sambung Erie yakni pernyataan atau klaim yang berupaya meyakinkan pembaca tentang keunikan atau kebaruan isu atau gagasan yang ditawarkan oleh penulis artikelnya. (AA).