Pengalaman Mengajar yang Mengesankan di Kota Nitra, Slovakia

 
Mahasiswa S-1 Jurnalistik tahun ke-dua. (Foto DS)

Mahasiswa S-1 Jurnalistik tahun ke-dua. (Foto DS)

PENGANTAR REDAKSI : Dosen Prodi Jurnalistik Fikom Unpad Dandi Supriadi, saat ini sedang menyelesaikan studi doktoralnya pada program PhD Media Film and Communications, University of Gloucestershire, United Kingdom Inggris. Dandi peserta program karyasiswa S3 BPLN Dikti 2014. Di sela-sela menyelesaikan kuliahnya, ia berkesempatan mengajar di Kota Nitra, sebuah kota kecil di Republik Slovakia. Berikut ini kisah Dandi Supriadi selama melaksanakan program ini.(Redaksi)

 

INI  KISAH perjalanan singkat yang mengesankan, ketika saya mendapat kesempatan tidak terduga untuk berkunjung ke sebuah kota klasik di perbatasan Eropa Tengah dan Timur. Kota itu bernama Nitra, sebuah kota yang penuh dengan peninggalan sejarah peradaban awal Republik Slovakia.
01 Poster_Pengumuman_Kuliah_DandihoPerjalanan saya bermula dari sebuah pertemuan tak disangka dengan seorang kawan lama, Dr. Jana Waldnerova, yang sedang menghadiri Literature Festival di Cheltenham, Inggris, kota tempat saya tinggal saat ini selama menyelesaikan studi PhD di University of Gloucestershire. Dr. Waldnerova adalah dosen jurnalistik di Univerzita Konštantína Filozofa di Nitra, Slovakia yang pada tahun 2007 bertemu saya dalam sebuah short course tentang digital journalism. Setelah perbincangan dalam suasana reuni, ia mengungkapkan bahwa fakultasnya sedang mendapat hibah untuk mendatangkan dosen tamu internasional. Sebelumnya ia mengaku keberatan untuk mendatangkan dosen dari Indonesia karena lokasi yang terlalu jauh sehingga akan memberatkan dalam masalah akomodasi dan transportasi. Namun karena saya kebetulan ada di Inggris yang relatif lebih dekat, maka menurutnya sangat mungkin untuk mendatangkan saya ke universitasnya.

 
Kedatangan saya kemudian disepakati oleh pihak universitas di Nitra, dan dikirimlah sebuah undangan resmi untuk mengajar antara tanggal 19-23 Oktober 2015. Bagi saya ini merupakan kesempatan luar biasa menyenangkan sekaligus menegangkan. Saya senang karena ini merupakan kali pertama saya mengunjungi tanah Eropa. Namun saya cukup tegang menghadapi penerimaan mahasiswa Slovakia yang mungkin akan merasa aneh diberi kuliah oleh dosen dari Asia Tenggara, di mana secara stereotip sering dianggap memiliki perkembangan ilmu yang lebih terbelakang dibandingkan negara-negara di Eropa. Terlebih lagi, saya sama sekali tidak menguasai bahasa lokal Slovakia, sehingga saya berharap mahasiswa di sana familiar dengan Bahasa Inggris.

 

Menerangkan Indonesia kepada mahasiswa. (Foto Koleksi DS)

Menerangkan Indonesia kepada mahasiswa. (Foto Koleksi DS)

 

Saya tiba di Slovakia pada 19 Oktober 2015, dan langsung dihadapkan dengan kenyataan bahwa warga Slovakia sangat sedikit yang mau berbicara dalam Bahasa Inggris. Maka perjalanan menggunakan transportasi umum dari bandara Bratislava ke Nitra menjadi petualangan cukup menarik karena semua tanda jalan dan petunjuk bis dibuat dalam bahasa setempat. Tidak ada seorangpun yang dapat saya tanyai dengan Bahasa Inggris, kecuali seorang keturunan Timur Tengah yang saya temui di stasiun bis – dan ia ternyata seorang pengemis yang kemudian berhasil membuat saya mengeluarkan uang €5. Untunglah saya mendapatkan petunjuk yang sangat jelas dari Dr. Waldnerova tentang transportasi yang tepat sehingga saya tiba di Nitra pada sore hari dengan selamat dan tanpa tersesat.

 
Setelah mendapat informasi lengkap, akhirnya saya harus memberikan materi di dua kelas pada hari yang berbeda, yaitu tanggal 21 dan 22 Oktober. Berhubung saya memiliki waktu satu hari kosong sebelum presentasi, maka saya kemudian diajak untuk mengunjungi sebuah tempat yang membuat kota tersebut dikenal orang, yaitu Katedral Nitra (banyak juga yang menyebutnya kastil). Tempat ini merupakan sebuah bangunan menyerupai benteng di kaki Gunung Zobor yang mulai dibangun sejak awal abad ke-11. Katedral ini selain merupakan pusat peribadatan, juga tempat disimpannya dokumentasi pemerintahan Pangeran Pribina dan Raja Svätopluk I, tokoh-tokoh yang membawa Kota Nitra dan Kekaisaran Moravia ke masa keemasan. Kunjungan singkat tersebut cukup berkesan dan memberi saya kenangan visual yang luar biasa tentang arsitektur dan dekorasi kristiani dari era abad pertengahan yang sampai sekarang tidak pernah diganti.

 

Makan siang bersama dosen Jurnalistik. (Foto Koleksi DS)

Makan siang bersama dosen Jurnalistik. (Foto Koleksi DS)

 

Keesokan harinya, saya memasuki kelas yang dihadiri mahasiswa S1 Jurnalistik tahun kedua. Dalam kelas pertama tersebut, selain memperkenalkan Negara Indonesia dan Program Studi Jurnalistik di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, saya membawakan topik Journalist: a Hero or a Villain (Jurnalis: pahlawan atau penjahat). Tema ini saya pilih untuk menerangkan kondisi wartawan di lapangan yang sebenarnya memiliki tugas mulia untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, namun seringkali mengalami tindakan kekerasan dan diperlakukan seperti penjahat. Dalam presentasi tersebut, saya juga menampilkan sejarah kekerasan terhadap wartawan yang terjadi di Indonesia. Saya bersyukur ternyata topik tersebut cukup menarik perhatian mahasiswa, yang kemudian mengajukan banyak pertanyaan baik itu tentang topik kekerasan terhadap wartawan maupun tentang Indonesia.

 
Setelah kelas yang berlangsung pagi hingga siang hari tersebut, saya kemudian berkesempatan untuk mengunjungi kota kecil di luar Nitra, yaitu Topoľčianky. Kota kecil itu merupakan daerah pedesaan yang kaya akan kebun anggur. Di kota tersebut saya berkesempatan mengunjungi pabrik anggur terbesar di Slovakia. Selain itu saya dibawa ke beberapa tempat ikonik di Topoľčianky, termasuk istal kuda internasional bernama Národný žrebčín, di mana kita dapat melihat kuda milik Ratu Elizabeth II yang diberikan oleh pemerintah Slovakia sebagai tanda persahabatan dengan Inggris ketika ratu mengunjungi Slovakia beberapa tahun yang lalu.

 

Peserta kuliah semester 5. (Foto Koleksi DS)

Peserta kuliah semester 5. (Foto Koleksi DS)

Di hari kedua presentasi, saya bertemu dengan mahasiswa S1 Jurnalistik tahun ketiga. Kali ini saya membawakan materi tentang New Media and Journalism. Dalam kelas ini saya berbicara tentang bagaimana jurnalis menggunakan metode Crowdsourcing dan Curation Journalism untuk menyikapi perkembangan masyarakat yang aktif menyebarkan informasi melalui media sosial. Di tengah kekhawatiran topik ini sudah terlampau lawas bagi anak muda Slovakia, saya lega karena ternyata hal ini termasuk baru sekaligus menarik bagi mereka karena berhubungan dengan keterlibatan dengan berbagai saluran media sosial.

 

Selepas kelas kedua ini saya medapat kehormatan untuk diterima oleh Prof. Elena Zelenická, PhD., dekan Filozofická Fakulta di ruangannya, bersama dengan beberapa staf pengajar lainnya. Dalam pertemuan tersebut Prof. Zelenická bertanya banyak hal tentang Indonesia yang memang masih cukup asing di Slovakia, dan kemudian mengungkapkan keinginannya untuk menjalin kerjasama akademis dengan Universitas Padjadjaran, khususnya dengan Fakultas Ilmu Komunikasi.

 

Bersama Pustakawan Velky Seminar. (Foto koleksi DS)

Bersama Pustakawan Velky Seminar. (Foto koleksi DS)

Setelah makan siang bersama para pengajar Bidang Kajian Jurnalistik, saya dibawa untuk mengunjungi perpustakaan seminari tertua di kota tersebut, yang kini telah dijadikan cagar budaya oleh pemerintah setempat. Perpustakaan yang menjadi bagian dari Veľký Seminar (Seminari Besar) itu merupakan sebuah perpustakaan yang besar dan lengkap, berisi lebih dari 60.000 literatur dari berbagai pelosok dunia. Tidak hanya literatur keagamaan, namun juga terdapat buku-buku kedokteran, pengetahuan alam, bahkan buku masakan. Rak buku yang ada terdiri dari tiga tingkat rak di mana setiap tingkat harus dicapai dengan menggunakan tangga putar.

 
Tempat ini sangat mengesankan, dan lebih mengesankan lagi karena ternyata saya menjadi pembuat sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang berkunjung ke perpustakaan tersebut. Pustakawan yang bertugas sangat bersemangat dengan kedatangan saya, sehingga di akhir kunjungan saya diminta untuk menulis komentar dalam Bahasa Indonesia dan menaruh tandatangan di buku khusus yang biasanya diperuntukkan tamu-tamu instimewa.

 

Perjalanan saya di Slovakia berakhir ketika dini hari berikutnya saya harus berangkat ke bandara Bratislava untuk pulang kembali ke Cheltenham. Sebuah kunjungan singkat namun sangat mengesankan. Saya sungguh berterimakasih kepada Prof. Elena Zelenická, PhD. dan Dr. Jana Waldnerova yang telah memberikan kesempatan tak terduga kepada saya untuk mengunjungi Nitra yang indah dan ramah. Semoga kerjasama akademis yang dicita-citakan dapat segera terwujud. Ďakujem,Univerzita Konštantína Filozofa v Nitre (Terima kasih, Universitas Filsuf Konstantin Nitra).

 

Dandi Supriadi, S.Sos., MA (SUT)
Dosen Program Studi Jurnalistik
Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran,
Peserta karyasiswa S3 BPLN Dikti 2014
pada przogram PhD Media Film and Communications
University of Gloucestershire
UNITED KINGDOM