Petty S Fatimah, Pemred Majalah FEMINA

 
Petty S Fatimah, Pemimpin Redaksi majalah Femina.

Petty S Fatimah, Pemimpin Redaksi majalah Femina.

HAMPIR  semua orang mengenal majalah Femina sebagai majalah wanita terbesar di Indonesia. Namun banyak yang tak tidak tahu bahwa Petty S Fatimah, atau akrab dipanggil Petty yang sejak lama menjabat Editor in chief (pemimpin redaksi) majalah ini adalah alumni Jurusan Jurnalistik Fikom Unpad.

Petty S. Fatimah memulai karirnya di dunia majalah ketika ia bergabung dengan majalah Gadis yang saat itu merupakan majalah remaja perempunan nomor satu di Indonesia. Karena ketekunannya dalam bekerja serta aneka gagasannya cukup cemerlang untuk mengembangkan majalah ini, Petty pun dalam kurun waktu yang relati singkat dipercaya menjadi pemimpin redaksi majalah tersebut. Pada tahun 1998, ia berhasil meraih impiannya dan menduduki posisi chief editor. .

Karena sudah tidak remaja lagi Petty pada 2003 oleh direksi “diberhentikan” dari jabatannya sebagai komandan Gadis. Namun tugas berikutnya sudah menunggu, dia diminta untuk mengomandani Femina, majalah perempuan paling bergengsi di Indonesia yang merupakan “kakak” dari majalah Gadis dan masih satu grup perusahaan. Padahal Petty mengaku tidak pernah bermimpi mendapatkan posisi yang hingga kini ia duduki tersebut. Terjun ke dalam industri media dan menjadi jurnalis sebetulnya bukanlah impian yang ia idamkan.

Saat duduk di bangku SMA, Petty sebetulnya bercita-cita menjadi seorang apoteker. Karena itu setelah lulus SMA di tahun 1983, ia memilih jurusan Farmasi di Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai pilihan pertama bidang studinya. Akan tetapi, nilai yang ia miliki tidak mencukupi untuk lolos seleksi ke jurusan tersebut. Petty hanya lolos untuk pilihan keduanya, yakni Ilmu Komunikasi Unpad.

Cita-citanya saat SMA membuatnya tidak menyadari bahwa hobinya selama ini akan membawanya terjun ke dalam industri media. Perempuan yang kini tinggal di Jakarta tersebut akhirnya menggeluti ilmu Jurnalistik di Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad. “Saya memilih komunikasi karena sejak lama memang hobi menulis” ujarnya.

Selama belajar di Fakultas Komunikasi, ia justru makin menyadari bahwa bakat dan minatnya memang berada pada dunia media. Setelah lulus dari Fikom Unpad, Petty kemudian mendalami bidang pemasaran di jurusan Marketing Komunikasi Universitas Indonesia (UI).

Di tengah kesibukannya, Petty tetap memiliki waktu luang. Perempuan yang berasal dari tanah Sunda ini masih senang memasak. Ia mengaku sering mengundang keluarga dan teman-temannya untuk mencicipi makanan buatannya di kediamannya. Selain memasak, Petty juga memiliki hobi lain, yaitu spa dan massage. Setiap Jumat, ia selalu menyempatkan waktu untuk memanjakan diri. “Jumat adalah satu-satunya hari santai bagi saya,” paparnya. Jumat adalah hari yang santai karena Femina telah melewati deadlinenya.

Bergelut di bidang gaya hidup perempuan, baik remaja maupun wanita dewasa memang amat menyenangkan, Petty mengaku bidang tersebut memang kesukaannya. Dengan obsesi dapat memberdayakan perempuan Indonesia untuk kehidupan yang lebih baik, Petty selalu berusaha untuk memotivasi wanita Indonesia agar dapat berkarir dan menjadi pemimpin lewat Femina.

Petty beranggapan, segala isu, baik yang santai atau berat sekalipun akan lebih diminati oleh pembaca bila dikemas dengan gaya bahasa yang santai. Dengan alasan tersebut, ia berusaha memberikan warna pada setiap majalah yang ia pimpin. Femina sendiri, tidak lepas dari nuansa santai dan dipenuhi informasi hiburan. Hal tersebut ia katakan sangat dinikmati oleh pembacanya. Selain itu, Petty juga berusaha membuat Femina selalu dekat dengan pembacanya. Hal ini bertujuan agar majalah Femina tetap dapat bertahan di tengah era digital yang akan segera berkembang. (Ghina Rizqi Fitria)