Pikiran Rakyat dan Fikom, Ibarat Ikan dengan Air

 

ohle3-editJATINANGOR – Masih dalam rangkaian Hari Pers Nasional, PT.Pikiran Rakyat bekerjasama dengan Program Studi Jurnalistik Fikom Unpad mengadakan Ohle Goes to Campuss dengan tema Media Cerdas, Cerdas Bermedia, Kamis, (26/2) Aula Moestopo Fikom Unpad.

 
Acara dibuka oleh Wakil Rektor 1 Unpad, Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno. Untuk sesi talkshow, Pikiran Rakyat menghadirkan beberapa pembicara, antara lain Direktur PT Pikiran Rakyat Bandung Perdana Alamsyah, Direktur PRFM Drs. H. Wan Abas, Dekan Fikom Unpad Prof. H. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D., Redaktur Desk Jawa Barat Pikiran Rakyat Zaky Yamani, dan Wartawan Berprestasi Pikiran Rakyat Tri Joko Her Riadi.

 
Sesi talkshow dimoderatori oleh Pemred PRFM Basith Patria. Para pembicara seakan bernostalgia dengan sejarah antara Pikiran Rakyat dan Program Studi Jurnalistik Fikom Unpad. “Jika diibaratkan seperti ikan dan air, begitulah kedekatan antara PR dan Jurnalistik Fikom Unpad tak terpisahkan,” ungkap Prof. Deddy Mulyana yang juga tergabung sebagai anggota Dewan Redaksi di Pikiran Rakyat. Wan Abas selaku Direktur PRFM juga alumni Jurnalistik angkatan 1977.

 
Membahas tentang media cerdas, Prof. Deddy Mulyana menganalogikan media cetak sebagai sepeda, radio sebagai sepeda motor, dan media audiovisual sebagai mobil. Media cetak tidak akan punah karena media cetak adalah media yang sehat dan mencerdaskan pembacanya. Jadi, pembaca yang cerdas bermedia akan sering membaca media cetak. Prof. Deddy menambahkan, “Media yang cerdas adalah media yang menambah pengetahuan dan menjadikan pembacanya bereksplorasi lebih jauh.”

 
Untuk radio, Wan Abas mengatakan, “Saat ini radio bukan mencari pendengar sebanyak-banyaknya, tapi mencapai audiences seluas-luasnya. Audiens terdiri dari pendengar dan juga pengguna media sosial atau netizens.” Direktur PT Pikiran Rakyat menyatakan, “Pikiran Rakyat dalam 5 tahun terakhir tidak berada dalam zona nyaman, namun kami tetap mempertahankan sirkulasi,” ungkap Perdana Alamsyah.

 

Untuk peluang menjadi wartawan di HU Pikiran Rakyat, Perdana mengungkapkan, “Pikiran Rakyat membuka kesempatan dari berbagai lulusan karena semakin beragam background wartawan, maka semakin siap Pikiran Rakyat menghadapi tantangan.” Sedangkan di PRFM, Wan Abas menjelaskan, “Selain kemampuan jurnalistik dan penyiaran, PRFM juga memberikan syarat pengetahuan yang luas untuk calon wartawan, terutama wawasan tentang Bandung dan Persib.”
Di akhir talkshow, Prof. Deddy berpesan untuk terus belajar dan rajin membaca, serta menguasai bahasa asing sebagai modal untuk masa depan. Wan Abas juga berpesan kepada mahasiswa Fikom Unpad untuk memperluas networking. Selain sesi talkshow, di halaman depan Fikom Unpad juga berlangsung kegiatan Saung Ohle. Untuk mahasiswa yang ingin mengirimkan tulisan agar dimuat di harian Pikiran Rakyat bisa mengunjungi saung tersebut. Rangkaian kegiatan lainnya adalah Praktik Siaran PRFM, Klinik Fotografi bersama mantan redaktur Foto PR Dudi Sugandi, dan Photobooth Contest. (evelynd)