Poppy Oktaviani, Model Bukan Soal Fisik, Tapi Soal Kepribadian

 

Profil-Mhsw-Poppy-Octaviany-edit

RAMAH dan ceria, begitulah kesan pertama saat bertemu Poppy Oktaviani mahasiswa Prodi Hubungan Masyarakat angkatan 2012 di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran. Pemilik tinggi badan 175cm ini sekarang berprofesi sebagai model di bawah bimbingan Posture Management.

 

 

Awal karir modelnya dimulai tahun 2012 saat mengikuti salah satu pelatihan modeling. “Awalnya sih iseng-iseng aja, ga minat untuk dilanjutin. Tapi karena dukungan keluarga ya beginilah sekarang.,” ucap Poppy yang menyukai warna turquoise dan peach ini. Setelah mengikuti kursus selama satu tahun, berbagai tawaran pun didapatkannya. Mulanya Poppy lebih banyak mengikuti fashion show hijab dari desainer lokal tetapi seiring perkembangan karirnya, sekarang ia sudah mendapatkan tawaran hingga ke luar kota.
Poppy-Octaviani-2-edit

Menurutnya, menjadi seorang model bukanlah hal yang mudah, harus dapat menjaga ekspresi dan mood. Selain itu menjaga berat badan agar postur tubuh tetap ideal adalah tantangan yang paing berat dijalani. “Setidaknya satu minggu sebelum showkita harus jaga makan, ga boleh makan yang aneh-aneh, bisa seminggu itu ga makan nasi hahaha,” ujar gadis penyuka mie ayam ini.

 
Selain menjadi model catwalk di berbagai acara, ia juga mengikuti berbagai ajang pemilihan model, salah satunya adalah Asian’s Raising Model Competition yaitu cikal bakal finalis Asian’s Next Top Model. Pada ajang tersebut Poppy berhasil maju sampai babak20 besar bersama model lainnya. Namun sayang ia tidak dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya. Pengalaman tersebut menurutnya merupakan pengalamannya yang paling berkesan hingga saat ini.

 
Bicara soal dunia modeling tentu saja tidak lepas dari dunia fashion. Untuk gaya sehari-hari Poppy lebih memilih pakaian dengan gaya kasual seperti celana jeans, kaos, dan sepatu kets. “Saya ga suka yang ribet-ribet. Baju itu yang penting nyaman di pakai,” ucap Poppy. Akunya, koleksi baju yang ia miliki hanya sedikit sekali yang bermerek. Ia lebih mementingkan model dan bahan pakaian dibandingkan dengan mereknya. Selain itu ia pun sering berbelanja di Pasar Baru, BTC, Kings, bahkan Cimol Gedebage.
Poppy Octaviani-1

Poppy menilai bahwa fashion item yang harus dimiliki seorang wanita adalah heels alias sepatu hak tinggi. Dengan menggunakan sepatu berhak tinggi seorang wanita akan terlihat lebih anggun. Selain itu bila memakai heels otomatis sikap berdiri maupun duduk akan lebih baik. Memang sepatu jenis tersebut tidak dapat di pakai di semua kesempatan namun bagi para wanita setidaknya heels menjadi salah satu andalan di acara khusus.

 
Make up juga menjadi suatu hal yang penting dan tidak dapat dilepaskan dari diri seorang model. Bagi Poppy sendiri make up adalah penunjang penampilan seseorang. “Tidak penting apa saja make up yang di pakai dan bagaimana hasilnya, tetapi bagi seorang wanita proses saat memakai make up yang membuatnya bahagialah yang membuat dirinya cantik,” ujar penggemar aktor Vin Diesel ini. Untuk keseharian Poppy pun hanya menggunakan make up natural seperti lipgloss.

 
Menurutnya model sering dituding sebagai orang yang kelewat seksi dan berpakaian terbuka. Padahal sebenarnya model hanyalah penyampai. Hasil desain para desainer berusaha mereka bawakan sebaik mungkin tanpa maksud menjadi terlalu seksi atau vulgar. Jadi menurutnya, walaupun sudah banyak perubahan ke arah yang lebih baik tetapi harus ada perbaikan di sana sini. Apalagi mengenai mindset orang-orang terhadap model itu sendiri. (Dinda Prasetyawati).