Praktisi dan Pengamat TV, Evaluasi Produksi Jurnalisme TV Karya Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad.

 
Evaluasi Mata Kuliah Jurnalisme TV, Karya Mahasiswa Jurnalistik.

Evaluasi Mata Kuliah Jurnalisme TV, Karya Mahasiswa Jurnalistik.

JATINANGOR Program Studi Ilmu Jurnalistik Fikom Unpad menggelar evaluasi hasil tugas mata kuliah Produksi Jurnalisme Televisi mahasiswa jurnalistik angkatan 2012 pada Kamis (4/6) di Auditorium Pascasarjana Fikom Unpad Kampus Jatinangor. Forum evaluasi tersebut dihadiri para dosen mata kuliah, juga sejumlah pengamat dan praktisi pertelevisian nasional dan internasional.

 

Dari jajaran dosen mata kuliah hadir Abie Besman, M.Si, Sandi Jaya Saputra, M.Sen dan Andika Vinianto,MA selaku pengampu mata kuliah, sedangkan para praktisi dan pengamat hadir Andi Dewanto (Station Manager Kompas TV Jawa Barat), Suhendar (Station Manager Kompas TV Bengkulu), dan Chris Hindes (dosen tamu dari Australia).

 
Selama menjalani mata kuliah Produksi Jurnalisme Televisi, para peserta dibagi menjadi 12 kelompok dan diminta membuat sebuah program berita sepanjang 30 menit dengan nama dan segmentasi program yang telah ditentukan oleh kelompok yang bersangkutan.

 
Hasil masing-masing kelompok pun memiliki karakter dan konsep yang berbeda. Program Morning Coffee, salah satunya, menggunakan penyampaian berita yang santai dengan berita yang cenderung ringan. Semua hasil program berita tersebut diunggah dan bisa dibuka di kanal YouTube dengan kata kunci ‘Tugas Akhir Kuliah Jurnalistik Televisi Prodi Jurnalistik Fikom Unpad 2015’.

 
“Sudah lama saya tidak terjun ke dunia perkuliahan. Kaget dengan kondisi teman-teman mahasiswa sudah bisa membuat suatu program berita yang bagus. Dulu saat masih mahasiswa, saya handphone saja tidak punya. Dengan fasilitas pembelajaran seperti ini, saya harap teman-teman akan jadi pekerja media yang berkualitas,” ujar Andi Dewanto dari Kompas TV.

 
Andi juga menjelaskan, pekerja media televisi saat ini dituntut untuk mampu bersaing dengan media sosial. Pasalnya, semakin berkembang teknologi, semakin mudah dan cepat pula komunikasi jarak jauh dilakukan. Saat ini, ruang dan waktu tidak lagi menjadi batasan seseorang untuk memberitakan sebuah kejadian.

 
“Bukan hanya televisi, semua jenis media saat ini bersaing dengan teknologi media sosial. Tugas kalian para pekerja media di masa depan adalah untuk beradaptasi dan berpikir inovatif dalam menyajikan berita supaya khalayak mau melihat berita kalian,” ujar Chris.

 
Chris Hindes dikenal sebagai pekerja di media elektronik lebih dari 40 tahun dan selama 4 tahun belakangan ini menjadi seorang pensiunan. Pengalamannya di bidang media tidak perlu diragukan lagi karena beliau sudah memiliki banyak pengalaman ketika bekerja di industri koran dan televisi, baik sektor swasta maupun pemerintahan di Australia. (Dina Gurning)