Prodi Ilkom dan Rappler Indonesia Tampilkan Kuliah Umum Ridwan Kamil

 

Medsos Ilkom

JATINANGOR – Program Studi Ilmu Komunikasi bekerjasama dengan Rappler Indonesia menggelar kuliah umum bertajuk Social Media for Social Good di Ruang Oemi Abdurachman Kampus Fikom Unpad Jatinangor, Kamis (12/11). Mengusung tagline Ayo Indonesia Ayo Bandung, kuliah umum ini menghadirkan Ridwan Kamil (Walikota Bandung), Maria Ressa (CEO Rappler), Natashya Gutierrez (Kepala Biro Rappler Indonesia), Uni Lubis (Managing Director Rappler Indonesia), dan M.Ajie (CEO @TinkerGames) sebagai pembicara.

 
Ridwan Kamil menyatakan bahwa media sosial telah mampu mewujudkan kolaborasi manusia tanpa batasan waktu dan tempat. Walikota Bandung ini terbilang aktif dalam pemanfaatan media sosial, mulai dari twitter sampai instagram, yang dibuktikan dengan ramainya partisipasi masyarakat maya pada akunnya di media sosial.

 
“Saya menggunakan media sosial untuk mengimbangi berita yang ada di media mainstream”, tutur Ridwan Kamil. Kang Emil, begitu beliau kerap disapa, pun mengakui bahwa ketika ia mem-posting berita yang cukup serius di media sosial tidak menarik perhatian, publik maya lebih banyak tertarik dengan informal tentang kesehariannya.

 
Menurut Kang Emil, Social Media for Social Good dapat diwujudkan salah satunya dalam pergerakan sosial, dimana orang-orang berkumpul dan membagi pikiran satu sama lain dalam media sosial. Navicula, band asal Bali, menggunakan media sosial dan internet untuk kampanye keadilan sosial.

 
Media sosial pula dapat digunakan untuk memberikan informasi terkini ketika sedang terjadi bencana atau setelahnya. “Saat ini banyak sekali social movements tentang bencana di media sosial, ada @JalinMerapi, @PetaJkt, @WujudkanID, @PulangKonvoi, dan banyak lagi”, ungkap Uni Lubis.

 
Natashya Gutierrez dalam kuliah umum ini menjelaskan tentang multimedia reporter. Pengalamannya bekerja di New York dan mewawancarai orang-orang besar sebagai multimedia reporter menarik perhatian peserta kuliah umum.

 
“Sekarang tidak perlu lagi dua orang (reporter dan audioman/cameraman.red) untuk meliput berita di lapangan. Saya sebagai multimedia reporter bekerja seperti Dora dengan ranselnya. Saya punya ponsel, mikropon, monopod untuk meliput, yang semuanya ada di ransel saya”, ungkapnya.
Para peserta kuliah umum terlihat sangat antusias akan pengetahuan baru yang mereka peroleh.

 

 

“Saya merasa kuliah umum ini sangat membuka wawasan. Media sosial membuat masyarakat, khususnya anak muda, bisa ikut serta dalam blowing up isu yang ada di sekitar mereka.”, jelas Intan, salah satu peserta kuliah umum yang berasal dari Prodi Ilkom 2013. (Margaretha Sinaga)