Produk Unik Mahasiswa Fikom Unpad Mendapat Apresiasi Gubernur Jabar

 
Gubernur Jabar dan karya mahasiswa Fikom. (Foto Ist)

Gubernur Jabar dan karya mahasiswa Fikom. (Foto Ist)

BANDUNG – Produk unik mahasiswa Fikom Unpad mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat pada ajang Gelar Wirausaha Baru dalam rangka pencetakan 100.000 wirausaha baru yang dislenggarakan pekan lalu di lapangan parkir Gedung Sate. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat.

Acara ini menampilkan 1000 wirausaha baru yang bergerak di berbagai bidang mulai fashion, asesoris, makanan, minuman, produk pertanian, perkebunan dan lain sebagainya. Acara inbi bertujuan untuk menumbuhkan minat warga Jawa Barat dalam berwirausaha. Mahasiswa Fikom Unpad dari kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K)Kennedy.

Kelompok mahasiswa yang mengikuti ajang ini diketuai oleh Mutia Rahmi (Prodi Informasi dan Perpustakaan 2012), dengan anggota Annisa Fadhilla (Prodi Mankom 2012), Ria Kartika (Prodi Mankom 2012), dan Alifia Nurma (Prodi Jurnalistik 2014), dengan pembimbing dosen Fikom Unpad Ilham Gemiharto.,S.Sos.,MSi. Kelompok ini berupaya meningkatkan kapasitas usaha kecil pada produk kelom. Mereka berkreasi memproroduksi tas yang dikombinasikan dengan kelom Tasikmalaya.

Kelompok ini merupakan kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Kewirausahaan (PKM-K), salah satu kegiatan Dikti. Kelompok ini proposalnya berhasil lolos seleksi dan didanai oleh Dikti bersama ratusan proposal lainnya dari seluruh fakultas di lingkungan Unpad. PKM senidiri merupakan program tahunan Dikti yang dikompetisikan secara nasional. Semua kelompok akan dimonitoring dan dievaluasi. Jika lolos monev, bulan depan kelompok “Kenedy” ini akan diadu lagi di tingkat nasional melalui ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa tingkat Nasional (PIMNAS) di Gorontalo Sulawesi Tanggara.

“ Inovasi tas kelom Keneddy ini diharapkan dapat meningkatkan usaha kecil kelom” Ujar Mutia. Nama produk “Kennedy” merupakan singkatan dari Kelom Trendy karena kelom ini mengikuti trend dengan memadukan bahan kulit sintetis seperti corak ular atau anyaman. Diharapkan produk ini menjadi salah satu oleh-oleh khas Kota Tasikmalaya dan menjadi produk fashion yang diminati banyak orang teruratama kaum wanita.

Menurut Mutia, promosi Kennedy saat ini menggunakan aneka media sosial . Untuk sementara ini pemasarannya masih berpusat di Bandung, Jatinangor, dan sekitarnya. Harga Tas Kelom Kennedy ini relatif terjangkau jika dibandingkan produk lainnya. Mutia berharap produk ini bisa tembus pasar ekspor dan turut meramaikan ASEAN Economy Community akhir tahun ini. (Iwan Koswara)