Produser Radio Korea KBS Jadi Pembicara di HMJ Fikom Unpad

 
Produser Radio Korean Broadcasting System (KBS) Chae-Eui Hong. (Foto Dina Gurning)

Produser Radio Korean Broadcasting System (KBS) Chae-Eui Hong. (Foto Dina Gurning)

JATINANGOR –Produser Radio Korean Broadcasting System (KBS) Chae-Eui Hong hadir sebagai pembicara di acara focus group discussion (FGD) ‘Bukan Bacot Biasa’ edisi ke-2. FGD yang diselenggarakan Divisi Profesi dan Keilmuan Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (HMJ) Fikom Unpad berlangsung di Ruang Oemi Abdurachman Kampus Fikom Unpad, Jatinangor Rabu (29/4) sore.

 

Tema forum yang dihadiri sekitar 30 orang ini adalah perbandingan sistem pers radio di Korea dan Indonesia. Hong menjelaskan, peminat siaran radio di Korea sangat rendah jumlahnya, bahkan dibanding dengan Indonesia. “Internet di Korea sudah sangat baik kualitas jaringannya, jadi masyarakat lebih memilih untuk mencari informasi lewat internet,” jelas Hong dalam diskusi. Ia menjelaskan akan ada rencana penutupan beberapa stasiun radio dalam waktu dekat ini karena kurangnya jumlah pendengar. Hong menyampaikan semua materi yang ia bagikan menggunakan Bahasa Indonesia.

 
Hong tinggal di Jakarta selama di Indonesia. Tujuannya datang ke Indonesia untuk melakukan sebuah penelitian mengenai radio di Garut dan menelusuri warga Korea Selatan yang pada waktu jaman kemerdekaan dulu ikut berjuang melawan Jepang bersama warga Garut, Jawa Barat. Kehadirannya di Fikom Unpad atas permintaan dari seorang dosen jurusan Ilmu Jurnalistik, Maimon Herawati.

 

 

Foto Bersama seusai acara. (Foto Dina Gurning)

Foto Bersama seusai acara. (Foto Dina Gurning)

“BBB ini merupakan salah satu proker HMJ yang bertujuan untuk mengembangkan minat mahasiswa ilmu jurnalistik Fikom Unpad di bidang keprofesian,” ujar Ketua Divisi Profesi dan Keilmuan HMJ. Perempuan yang sedang menempuh kuliah di semester VI ini juga mengiungkapkan, rangkaian BBB akan berlanjut.

 
“Saya adalah salah satu penggemar budaya Korea dan saya suka menyaksikan, bahkan mengunduh, siaran-siaran televisi Korea lewat internet. Salah satunya adalah dari stasiun televisi KBS,” ujar seorang peserta FGD, Lidya Yuniartha. “Saya baru mengetahui, KBS punya stasiun radio dan siarannya bisa didengarkan lewat streaming menggunakan program yang bisa diunduh lewat aplikasi Google Play,” ujar Lidya lagi. Lidya juga mengaku senang bisa berinteraksi dengan salah satu pelaku media massa di negara yang sangat ia ikuti perkembangan budayanya. (Dina Gurning).