Reuni 30 Tahun Angkatan 85 Fikom Unpad.

 
Reuni Angkatan 85 Fikom Unpad (Foto Panitioa Reuni)

Reuni Angkatan 85 Fikom Unpad (Foto Panitioa Reuni)

PANGALENGAN – Setelah direncanakan setahun sebelumnya, Reuni 30 Tahun Fikom Unpad 1985 akhirnya terwujud di Pangalengan Kabupaten Bandung. Pada 2 dan 3 Mei lalu. Sebanyak 75 Fikomers 85 hadir dalam reuni besar tersebut, setelah reuni besar sebelumnya lima tahun lalu.

 
Dari segi jumlah peserta memang terbilang sedikit menurun, tetapi dari tingkat partisipasi dan antusiasme sangat jauh meningkatnya. Beberapa anggota datang dari Denpasar, Surabaya, Malang, beberapa tempat di Jawa Tengah, dan seputar Jawa Barat. Yang luar biasa, para Fikomers ibu-ibu mampu meyakinkan pasangan dan keluarga mereka untuk diijinkan menginap di Pangalengan, Bandung. Semua itu tidak lepas dari “pemanasan” yang kami lakukan melalui WhatsApp (WA) Grup yang beranggotakan hampir 100 orang. WA grup yang hiper aktif hingga saat ini, dengan seharinya tidak pernah kurang dari 500 postingan, mampu menjadi media yang efektif untuk meyakinkan semua peserta, betapa ruginya jika tidak datang ke reuni 30 tahun itu.

 

Fikom 85-1

Siap berperahu karet. (Foto panitia reuni)

Antusiasme yang besar juga membuat sponsor berbagai hadiah untuk reuni itu tiga kali lebih banyak jumlahnya dari jumlah pesertanya. Walhasil, rata-rata setiap peserta membawa pulang tiga oleh-oleh dari reuni tersebut. Tapi yang tak ternilai harganya adalah leburnya seluruh peserta dalam kebersamaan, kegembiraan dan persaudaraan yang kuat.

 

 

Para peserta berkumpul di Kampus Unpad Dipati Ukur, dan dengan menyewa bus besar berkapasitas 60 orang, serta beberapa mobil tambahan untuk “menyapu” peserta yang terlambat datang ke tempat start di kampus Unpad itu. Semua langsung larut dalam kangen-kangenan, bertukar cerita dan ketawa-ketiwi sepanjang jalan.

 
Setibanya di Pangalengan, semua peserta langsung dibawa ke tepi situ Cileunca, dibagi ke dalam kelompok-kelompok untuk bermain paparahuan. Panitia sudah menyewa 12 perahu karet, dimana setiap perahu diisi lima sampai enam orang. Mereka diajari dulu bagaimana cara mendayung perahu karet itu. Permainannya adalah mengambili balon yang sudah disebar panitia mengapung di situ Cileunca. Meski sederhana, semua larut dalam kegembiraan, karena pengalaman paparahuan itu menja

Berperahu Karet. (Foto Panitia Reuni)

Berperahu Karet. (Foto Panitia Reuni)

Setelah makan siang dan istirahat di tiga rumah bangsal yang kami sewa di Cileunca Cottage, para peserta juga dibagi materi sharing mengenai bagaimana menata hidup sehat melalui menata makan sehat dan pola hidung yang sehat, selain itu dibagi juga materi mengenai pengetahuan batu-batuan bernilai ekonomi tinggi (akik, permata, dll), dan terakhir dibagi juga pengetahuan bela diri praktis …

 

Acara puncaknya dilakukan sehabis Shalat Magrib. Diisi dengan bersama menyanyikan hymne Unpad, kemudian kilas balik ke kampus kami dulu di Sekeloa, para peserta kemudian diajak untuk mengingat semua teman kami yang telah tiada. Tercatat hingga saat ini 14 kawan seangkatan kami sudah mendahului kami semua. Dengan iringan doa yang khusus, semua peserta larut dalam kesedihan. Kami semua kehilangan mereka … itu yang kami rasakan.

 
Acara kemudian dilanjut dengan berpacu dalam memori … menebak bagian bagian wajah kawan-kawan dan juga menebak lagu-lagu pada era kuliah kami dulu, lagu-lagu di tahun 1980-an … Disinilah semua peserta bergembira, bernyanyi bersama dan juga berjoget riang. Malam itu ditutup dengan kegembiraan tetapi juga persaudaraan yang kian kuat.

 

Fikom-85-4-edit

Sebanyak 75 orang alumni ’85 hadir di Pangalengan (Foto Panitia Reuni)

Pada pagi harinya, setelah menikmati sarapan makanan ringan, peserta kembali ke tepi situ Cileunca, dibagi ke dalam tiga kelompok, dan setiap kelompok naik perahu menyeberangi situ menuju desa kebun arbei di seberang. Di sana panitia sudah menyiapkan game mencari lebaran-lembaran kertas petunjuk, dan kemudian menyusun kalimat … kalimat yang menjadi memori akan dosen-dosen kami dulu. Permainan pun dilanjut dengan adu bakiak, dan game menyusun kata-kata … semuanya menyenangkan dan penuh dengan canda tawa …

 
Perpisahan pun tak terelakkan karena kami semua harus kembali pukul 11.30 ke kampus UNPAD dipati ukur, tetapi kami membawa semua kenangan manis dari Pangalengan … bahkan tekad untuk lebih sering menyelenggarakan reuni besar. Rencananya tidak lagi lima tahun sekali, tetapi tiga tahun sekali. Waktu dua hari satu malam juga terasa kurang buat melepas semua kerinduan kami … Inilah kami FIKOMERS 85. (Laporan Yoki Rakaryan Sukarjaputra, Ketua Panitia 30 Tahun Angk’85 Fikom Unpad)