Rosy Anindya Nariswari Ritonga, Si Jago Nyanyi Ini Akhirnya Lolos ke Jepang

 
Rosy Anindya Nariswari Ritonga (Foto koleksi pribadi)

Rosy Anindya Nariswari Ritonga (Foto koleksi pribadi)

KEGAGALAN adalah keberhasilan yang tertunda. Pepatah ini berlaku untuk salah satu mahasiswi Prodi Mankom Fikom Unpad, Rosy Anindya Nariswari Ritonga. ia mengawali prestasinya dari kegagalannya masuk di salah satu SMA favorit. “Aku yakin bisa berkembang di SMA yang nggak favorit ini,” itulah motivasinya untuk terus dan terus mengejar prestasi. Ternyata perempuan yang senang bermain musik di waktu senggangnya ini, meraih cukup banyak prestasi sejak ia duduk di bangku SMA.

 
Pada 2010 ia meraih medali perak di ajang International Voyage Choir Competition di Penang, Malaysia. “Aku ngerasa bakatku emang di musik, jadi aku harus ngembangin itu” tutur perempuan yang biasa disapa Oci ini. Ia pun mengikuti kursus vokal dan piano di Purwacaraka Music Studio, ia terus mengembangkan potensinya di dunia musik.Delapan tahun ia mengikuti kursus di Purwacaraka. Menurutnya Purwacaraka sangat menghargai bakat musiknya itu.

 
Selain musik Oci juga berprestasi di bidang lain. Ia pernah menjadi Best Speaker di English Debating Competition se-Tangerang Selatan. “ikut kompetisi debat juga coba-coba, padahal bahasa Inggrinya masih biasa-biasa aja wakti itu” ungkap Oci merendah. Selain itu ia juga menjadi 5 terbaik dari English Debate Competition se-Provinsi Banten.

 

Dalam sebuah konser (Foto Koleksi Pribadi)

Dalam sebuah konser (Foto Koleksi Pribadi)

Memasuki kuliah prestasinya seakan tidak kunjung henti, ia menjadi Finalis Kang Nong (ajang pemilihan putra-putri Kota Tangerang Selatan) Tangerang Selatan pada 2013 lalu. Ia mengaku ikut kompetisi Kang Nong ini juga hanya iseng-iseng. Oci yakin dari hal yang iseng-iseng tersebut bisa menghasilkan sesuatu yang tidak jarang dapat membanggakan.

 
Prestasinya di luar kampus juga diiringi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)-nya yang bisa dibilang relatif tinggi. Sampai semester tiga kemarin, IPK-nya masih di atas 3,5. Oci juga mengaku pendidikan akademik merupakan hal yang paling penting, di samping prestasinya di luar kampus. Perjuangannya selama ini dalam merah prestasi ia lakukan semua demi orang tuanya. Keluarganya merupakan sumber motivasinya yang terbesar.

 
Mengikuti Program Jenesys 2.0

Pergi ke luar negeri dan merasakan belajar di sana memang menjadi salah satu impiannya sejak lama. Ia seringkali mencoba mengikuti program pertukaran pelajar, salah satunya adalah Jenesys (Japan – East Asia Network of Exchange for Students and Youths) sebuah ajang pertukaran pelajar yang diselenggarakan oleh pemerintah Jepang. Ia sudah dua kali mengikuti seleksi program Jenesys, namun gagal pada usahanya yang pertama.

 

 

Rosy Jepang-3 Oci memang pantang menyerah, ia mencoba lagi dan pada akhirnya lolos seleksi. Ia berhasil mengalahkan 3.000-an mahasiswa dari seluruh Indonesia. Ia menjadi salah satu dari 96 mahasiswa yang berangkat ke Jepang pada bulan Februari lalu. Ia juga merupakan salah satu perwakilan dari tiga mahasiswa Unpad yang mengikuti program Jenesys ini.

 

Bisa mewakili almamater-nya merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Oci. Ia juga mengaku merasa sangat senang dapat mengikuti Program Jenesys, karena ia dapat mengenal berbagai macam budaya baru.
Oci ingin selalu membuat orang tuanya bangga kepadanya, semua usaha dan jerih payahnya yang ia lakukan adalah semata-mata untuk membanggakan orang tuanya. Ia juga ingin menjadi seseorang yang dapat memotivasi orang lain. (Setyo Aji Harjanto)