Ryan “Nobie” Adzani, BottleSmoker, Jadi Dosen

 
Ryan "Nobie" Anjani. (Foto Koleksi Pribadi)

Ryan “Nobie” Anjani. (Foto Koleksi Pribadi)

RYAN “NOBIE” ADZANI (29), yang biasanya tampil di pentas musik sejumlah negara, bersama rekan duetnya, kali ini lebih banyak berdiri di depan mahasiswa, di almamaternya Fikom Unpad. Dia nampak cukup menikmati kegiatan mengajar di kampusnya sebagai dosen luar biasa di Program D3 Broadcasting..

 

Baginya, materi yang diajarkan tidak begitu asing karena yang diajarkan tidak jauh dengan kemampuannya sebagai seniman musik digital. Dia mengajar perkembangan teknologi penyiaran, dan marketing radio online. Pengajaran yang dilakukan Nobie dilakukan berdasarkan pengalamannya dalam dunia radio.

 

Nobie kuliah di Program D3 Penyiaran Fikom Unpad tahun 2003, dan lulus pada 2006, ia kemudian meneruskan ke program sarjana (Ekstensi) Fikom Unpad, mengambil Jurusan Jurnalistik.

 

Kecintaan Nobie pada dunia musik, bersama rekan duetnya, Angkuy mencoba membuat sebuah grup bernama Bottlesmoker. Bottlesmoker merupakan sebuah grup musik instrumental digital berbasis di Bandung, grup ini lahir pada 2005 dan eksis di dunia musik indie Bandung sampai sekarang. “Bottlesmoker adalah musik eksperimental di bidang pop elektronik-indietronic instrumental,” terang Nobie.

 

Sejumlah album, single, dan kompilasi yang dilahirkan oleh Bottlesmoker seperti Slow Mo Smile (2008), Let’s Die Together in 2012, B-sides & Rarities(2011), kedua album ini tidak dibuat di Indonesia melainkan di Amerika, Australia, dan Cina. Baru pada 2012 album yang berjudul Bottlesmoker On The Other Hands; Slow Mo Smile X (remix) direkam di Indonesia.

 
Banyaknya album, single, dan kompilasi ternyata sebanding juga dengan banyaknya prestasi yang diraih Bottlesmoker.Konser di negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, beberapa kali dilakukan oleh Bottlesmoker, bahkan sampai ke Cina dan Hongkong.

 
Menurut Nobie musik juga sangat membuat dirinya bertanggung jawab dibalik kesibukannya menjadi dan dosen dan aneka pekerjaan lainnya. “Di musik harus benar-benar diri sendiri untuk terus konstan, berkelanjutan dan tetap bertahan.”
Walaupun sudah banyak yang diraih oleh Nobie, tapi dirinya tidak pernah puas. Dia masih merasa kalau dirinya masih perlu banyak sekali belajar. “Kita yang bertanggung jawab atas diri sendiri, ide harus terus diasah, dan terakhir ya belajar terus ngga ada habisnya,” ujar Nobie sambil tersenyum (Billy Fadhila)