Ryan Putra Gushendra, Raih Nilai Sempurna di Korea

 

Ryan-MankomMAHASISWA Departemen Manajemen Komunikasi Fikom Unpad, angkatan 2012 ini baru saja kembali dari Korea Selatan akhir Agustus lalu. Ryan mengikuti International Summer School yang diadakan oleh Ajou University di Suwon – Korea Selatan.

 
Setelah melewati beberapa tahap seleksi di tingkat universitas, Ryan berhasil mengalahkan 183 mahasiswa Unpad lainnya dan terpilih menjadi delegasi Unpad ke Korea Selatan. Ryan terbang ke Korea pada 28 Juni 2014.

 
Di Korea, Ryan mengalami culture shock. “Kesulitan yang terasa adalah bahasa karena tak banyak orang Korea yang bisa berbahasa Inggris, terkadang dia menggunakan bahasa “tarsan” alias komunikasi non verbal untuk berkomunikasi di sana. Inilah pengalaman pertama bagi Ryan untuk belajar di kelas beratmosfir global menggunakan bahasa Inggris bersama mahasiswa asing lainnya. Pengajarnya adalah para profesor yang profesional di bidangnya dan dapat memberdayakan kemampuan tiap mahasiswa.

 
“Dosen favorit aku adalah dosen bahasa Korea karena beliau mampu membuat kami mengerti walaupun kami tidak diperbolehkan menggunakan bahasa Inggris di kelas,” papar Ryan yang kini tetap melanjutkan les bahasa Korea di Bandung agar lebih fasih. Selain itu, Ryan juga mengikuti kelas Korean Culture from International Perspective dan Korean Culture Workshop.

 
Ryan memiliki tiga orang teman sekamar yang berasal dari Amerika Serikat dan juga Korea. Berteman dengan banyak orang dari berbagai negara membuat Ryan berusaha untuk berinteraksi dan saling memahami perbedaan yang ada. Kehidupan dalam keberagaman tentu saja menyenangkan, misalnya dengan menyapa orang Korea dengan bahasa mereka. Hal sederhana itu sangat berkesan bagi mereka dan keberadaan mereka sangat dihargai. Semua culture shock tidak menjadi hambatan bagi Ryan untuk tetap berprestasi, bahkan dia berhasil meraih GPA 4,5 di Ajou University, Korea yang setara dengan IPK 4,0 di Indonesia.

 
Kesempatan untuk kuliah ke luar negeri sangat banyak, khususnya Unpad juga menyediakan banyak peluang. “Sebagai mahasiswa, kita harus mencoba banyak hal baru dan get out from your comfort zone,” ucap Ryan. “Menguasai bahasa asing,  selain uang, modal kita untuk survive di luar negeri adalah kemampuan berbahasa asing,” tambahnya. Ryan yang juga aktif di Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Unpad ini tetap fokus kuliah dan berusaha keras mempertahankan indeks prestasinya. Mahasiswa kelahiran Bekasi, 18 November 1994 ini memiliki banyak cita-cita, mulai dari flight attendance hingga jadi miliarder. “Pastinya, aku ingin menjadi orang yang sukses di banyak bidang,” ungkap Ryan. yang pernah menjadi Liaison Officer di acara Garuda Indonesia bekerjasama dengan Sky Team dan beberapa international airlines di Bali.

 
Selama di Korea Selatan, banyak nilai-nilai yang diadaptasi oleh Ryan, contohnya budaya kerja keras dan keseriusan orang Korea. Walaupun merdeka dari penjajah di tahun yang sama dengan Indonesia, tetapi Korea Selatan lebih maju dan cepat beralih dari kemiskinan. Pengalaman keluar negeri seorang diri tak menjadi masalah bagi Ryan karena ia juga bergabung dengan Persatuan Pelajar Indonesia – Korea Selatan (PERPIKA), mereka layaknya keluarga di Indonesia. “Menuntut ilmu keluar negeri justru membuat rasa nasionalisme makin tinggi dan memotivasi mencari kesempatan untuk going abroad lagi.”ungkapnya. (evelynd)