Ryan Putri Astrini, Finalis Putri Indonesia 2013

 
ryan-putri-astrini-01-edit

Ryan Putri Astrini (Foto Koleksi Pribadi)

NAMA Ryan Putri Astrini melejit berkat keikutsertaannya di berbagai ajang kecantikan di Indonesia. Prestasinya dari Mojang Jajaka Cianjur hingga 10 Besar Putri Indonesia 2013 telah diraih. Walaupun kerap mengikuti kontes kecantikan, dia mengaku sebagai perempuan yang tomboy dan sewaktu kuliah tidak mementingkan penampilan. Perempuan lulusan jurusan Hubungan Masyarakat Fikom Unpad ini bercerita banyak tentang dirinya saat kuliah, kecintaannya terhadap budaya, sampai karirnya saat ini.

Akrab disapa Putri, perempuan dengan nama lengkap Ryan Putri Astrini ini menuai kesuksesannya di dunia ­hiburan tanah air. Kerap menjadi bintang iklan, model, hingga pemain film tak lantas membuat Putri cepat berpuas diri. Belum lama ini ia menjadi line producer sebuah film romance yang telah tayang di bioskop.

Putri mengaku senang dengan tantangan dalam hidupnya. Ia juga selalu memiliki target-target yang sudah menjadi kebiasaannya sejak kuliah. Menyinggung soal perkuliahan, tiap semesternya dulu ia selalu menyimpan transkrip nilai di laptop. Tak hanya menyimpannya, Putri juga selalu berusaha memperbaiki tiap nilai apabila ada kesempatan.

Mungkin keinginan untuk selalu memperbaiki nilai dan fokus pada tujuan itulah yang membawanya menuai kesuksesan hingga saat ini. Perempuan yang lulus dengan IPK 3,6 pada 2012 ini mengaku mata kuliah PR Event adalah salah satu favoritnya selama di Fikom Unpad. Kegigihan dan ketekunannya dalam mata kuliah PR Event tersebut membawanya ke banyak relasi pemerintahan khususnya bidang budaya dan pariwisata.

Hasil tidak akan menghianati proses

Mungkin pepatah hasil tidak akan mengkhianati proses sangat tepat untuk Putri. Menjabat sebagai wakil ketua di acara festival budaya, Putri pun mengonsep sedemikian rupa hingga terselenggaralah acara tersebut di kawasan Braga. Tak mudah ia akui saat menjalankan ­acara tersebut, perempuan dengan tinggi 170cm ini harus bolak-balik ke berbagai kantor pemerintahan untuk mengurus perizinan.

Melalui acara yang mengedepankan nilai budaya dan pariwisata ini, tumbuhlah rasa cintanya terhadap nilai-nilai tersebut. Keinginannya untuk mengetahui lebih banyak budaya di Indonesia bermuara pada keikutsertaannya di  ajang Mojang Jejaka Jawa Barat 2012. Merasa sudah terlanjur “kecebur” dalam ajang kecantikan, Putri yang selalu ingin mencoba hal baru pun mengikuti Putri Indonesia periode 2012 – 2013.

“Aku merasa banyak merasakan impact perkuliahan di Fikom terutama saat aku ikut Putri Indonesia,” ujar Putri yang ditemui di salah satu kafe di Bandung.

Berbagai fase dan proses selama perkuliahan diiyakan Putri sangat membantu dan berpengaruh dalam hidupnya. Banyak pelajaran yang ia petik selama di Fikom Unpad, baik dari segi akademis maupun di luar itu. Termasuk bagaimana ia mulai membangun rasa percaya dirinya saat ikut berbagai kontes. Tak hanya itu, ia juga menambahkan bahwa dari Fikom Unpad yang diakuinya memiliki dosen-dosen santai namun berbobot, cara berkomunikasinya kian terasah. Terkesan menyenangkan berkuliah di Fikom Unpad membuat Putri mendapat underestimate dari banyak orang.

Skill berkomunikasi itu sulit. Kuliah komunikasi tidak semudah yang dikira kebanyakan orang,” tutur Putri.

Komentar orang-orang tentang kuliah komunikasi membuatnya termotivasi untuk membuktikan bahwa dari modal skill  komunikasi yang baik ia dapat meraih kesuksesan. Bermodal beragam kemampuan dari Fikom Unpad membawa Putri menjadi 10 Besar Putri Indonesia 2013 dan juga “Tiga Besar Putri Indonesia 2013 Berbakat”.

ryan-putri-astrini-02-edit

Rindu Jack Parkir Fikom (Foto koleksi prinadi)

Kerinduan akan Fikom Unpad

Tidak terlalu aktif dalam kegiatan kampus, tak membuat perempuan yang kini menjadi host acara wisata dan kuliner ini minim kenangan. Banyak hal tentang Fikom Unpad yang selalu membekas diingatannya. Salah satunya adalah saat ia mengikuti kegiatan Hima Hubungan Masyarakat, yaitu PR Lab. Keikutsertaannya pada organisasi itu membawanya kepada banyak pengalaman sekaligus kenangan. Kegiatan seperti melakukan research, analisis berbagai data, dan membuat artikel membuatnya rindu akan PR Lab.

Selain soal kegiatan, Putri yang gemar membaca buku dan bertemu orang baru ini juga rindu dengan makanan kantin dan duduk-duduk di samping kantin Fikom Unpad.

“Aku paling suka makan nasi gila keju a’ Bejah. Tapi selalu aja diabisin sama teman-teman cowokku,” ucap Putri sembari tertawa mengingat kejadian saat kuliah dulu.

Bukan itu saja, 10 Besar Finalis Putri Indonesia 2013 ini rindu dengan suasana saat bulan Ramadhan di Jatinangor. Banyak hal yang tersimpan dalam memorinya, termasuk atmosfer saat buka puasa bersama di Gerbang Lama Unpad dan sahur hasil pesanan dari Hipotesa. Mencari sinyal wifi dan juga mengerjakan tugas bersama di Che Co juga diakui dirindukannya.

“Kangen juga sama si Jack. Dia yang markirin mobil aku kalau telat ke kampus,” tambah Putri. Cerita unik dari Putri ialah saat ia terlambat bangun dan harus bergegas masuk ke kelas. Ia hanya menaruh mobilnya asal di parkiran Fikom Unpad dengan kunci mobil masih tergantung. Putri pun meninggalkan mobilnya dan berlari ke dalam kelas. Selebihnya, urusan parkir mobil Jack yang atur dan Putri pun merasa aman-aman saja kunci mobilnya di Jack.

Rindunya juga terdapat pada dosen-dosen favoritnya, yaitu Syauqi Lukman dan Anwar Sani. Merekalah yang menurut Putri memotivasi dan menginspirasinya. Bahkan mereka masih berhubungan baik dengan Putri.

Tetap Tomboy

Ditanya perihal perubahan dirinya, Putri menyatakan tidak ada banyak yang berubah dirinya. Ia masih sama seperti dulu, yaitu masih sering lupa akan banyak hal dan juga cuek. Cueknya tercermin dari penampilannya saat kuliah dulu. Kegemarannya saat kuliah dulu hanya menggunakan kaos dan celana jeans. Perbedaan yang terasa dalam dirinya adalah perihal tanggung jawab. Kini ia tumbuh sebagai perempuan yang konsekuen dengan banyak hal. Fokus terhadap tujuan pun masih ia lakukan sampai sekarang.

“Aku masih sama kok kayak dulu, sekarang jadi lebih sering ngaca aja,” ujar Putri.

Sekarang pun ia berfokus untuk terus memperbaiki diri, termasuk skillnya dalam menjadi pembawa acara dan acting. Ke depannya, Putri yang sampai saat ini belum mengambil ijazah kuliahnya itu akan berencana melanjutkan pendidikan bidang Psikologi. Namun ia belum tahu pasti kapan rencana pendidikannya itu akan terealisasi. (Dewi Rachmanita Syiam)