Saeha Lee, “Media Massa Diharapkan Mengedepankan Keamanan dan Perdamaian Dunia”

 
Kampus Unpad

Kampus Unpad

BANDUNG – Perdamaian dan keamanan adalah isu penting yang terus menjadi perhatian dunia dan media massa. Pendekatan media yang selalu menjadikan konflik sebagai news value pun tidak akan memberikan kontribusi positif menuju arah perdamaian dan keamanan dunia.

Peneliti dari The Institute for Peace Affairs Korea, Saeha Lee mengungkapkan hal itu dalam Seminar “Beyond Asia: Commmunicating Asian to the World” yang diselenggarakan oleh Pacific and Asian Communication Association (PACA) bekerjasama dengan Fakultas ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, 24 s.d. 26 Juni di Bandung.

Dalam makalahnya yang berjudul “Reason for adopting the peace journalism perspective: a comparative study on the editorials about the nuclear issues of north Korea in the South Korean newspapers and peace journalism frame”, Saeha Lee menyoroti hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan yang sempat memanas baru-baru ini terkait uji coba senjata nuklir dan bagaimana media massa di Korea Selatan memberitakan topik tersebut. Lebih lanjut ia menjelaskan, isu uji coba senjata nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara tidak hanya mengancam keamanan dan perdamaian wilayah Korea Selatan, tetapi juga sebagai ancaman bagi kawasan Asia dan dunia.

Menurutnya, pendekatan media-media arus utama di Korea yang lebih condong pada pendekatan perang dan kekerasan tidak akan memberi kontribusi positif dalam hal penjagaan keamanan dan perdamaian di kawasan Korea. “Penyebaran informasi dan pembentukan opini melalui media massa berpengaruh besar pada warga Korea Selatan dalam menyikapi ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan” ujar Lee.

Lee berharap, media massa di Korea Selatan untuk selalu menggunakan pendekatan jurnalisme damai yang merupakan konseptualisasi Johan Galtung dalam studi perdamaian. Selain itu, Lee berharap media massa di Korea dapat meningkatkan pemahaman mengenai isu perdamaian, serta bagaiamana media massa dapat berkontribusi positif dalam penciptaan perdamaian teruta ma saat berhadapan dengan isu yang dilematis, baik di level lokal maupun internasional.

Media massa, sambung Lee juga diharapkan dapat lebih mengedepankan pendekatan yang berorientasi pada kemanusiaan, kebenaran dan pencarian solusi dalam kegiatan jurnalistiknya. Berbagai pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu media massa dalam mengadopsi dan mengimplementasikan jurnalisme perdamaian dalam aktivitas dan produk jurnalistiknya. (Nunik Maharani)