“Santri Budug”, Hanya Stigma

 

Sidang Terbuka Promosi Doktor Uud Wahyudin.

Sidang Terbuka Promosi Doktor Uud Wahyudin.

BANDUNG – Istilah “Santri Budug” (Santri berpenyakit kulit) yang amat popular dalam masyarakat Jawa Barat, ternyata hanyalah sebuah stigma. Julukan terhadap mereka yang menuntut ilmu di pesantren ini saat ini sudah tidak berlaku lagi. Julukan itu muncul karena perilaku hidup bersih para santri yang amat buruk.

Dosen Departemen Manajemen Komunikasi, Fikom Unpad, Uud Wahyudin (44) mengungkapkan hal itu dalam sidang terbuka promosi Doktor Ilmu Komunikasi, Jumat (4/6) di gedung Pasca Sarjana, kampus Unpad Bandung, dengan disertasi berjudul “Konstruksi Makna Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Bagi Santri”. Uud tampil di hadapan sidang penguji yang dipimpin oleh Prof.H.Deddy Mulyana,MA,PhD, dengan promotor Prof.Dr.Hj.Nina Winangsih Syam MS, Prof.Dr.H.Soeganda Priyatna,MM, dan Dr.Atwar Bajari, MSi. Bertindak sebagai Tim Oponen Ahli Prof.Dr.Hj. Mien Hidayat,MS, Prof.Dr.H.Asep S Muhtadi,MA serta Dr.Hj Susanne Dida,MM. Ikut pula menguji sekretaris sidang, Dr.Hj Siti Karlinah MSi, beserta representasi Guru Besar Prof.H.Deddy Mulyana MA,PhD.

Menurut Uud, Makna sehat bagi para santri ternyata bukan hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan rohaniah. “Santri yang sehat secara rohani maka akan sehat pula secara jasmani” Ungkap Uud. Makna olahraga, bukan hanya olahraga fisik tetapi terdapat makna implisit dari ritual shalat, puasa serta haji. Menurutnya, dalam shalat ada gerakan-gerakan untuk kesehatan jantung dan kesehatan umum lainnya.

Uud Wahyudin

Uud Wahyudin

Istilah “santri budug”, umumnya merupakan santri pendatang baru. Banyak santri baru yang datang lupa membawa handuk sehingga meminjam handuk temannya. Lupa tidak membawa jaket, akibatnya semuanya terkesan jorok.

Media massa, ternyata bukan merupakan sumber informasi kesehatan bagi para santri. Para santri di Pondok Pesantren Salafi Darun Nadwa di Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi yang menjadi obyek penelitiannya hanya mengandalkan televisi sebagai sumber informasi kesehatan dimana muatan informasi kesehatan di televisi amatlah minim. Sumber informasi yang layak dipercaya oleh para santri hanyalah para kiayi atau ustad mereka.

Dengan disertasinya ini, Uud Wahyudin dinyatakan lulus dengan yudisium “Sangat memuaskan. (AA)