Sembilan Mahasiswa Fikom Unpad Ikuti Program Jenesys Ke Jepang

 
Para mahasiswa peserta diberi pekuliahan tentang media massa Jepang di NewsPark Yokohama (Foto Keynee)

Para mahasiswa peserta diberi pekuliahan tentang media massa Jepang di NewsPark Yokohama (Foto Keynee)

YOKOHAMA – Sembilan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad terpilih untuk mengikuti program Jenesys 2.0 ke Jepang. Kesembilan orang mahasisa ini adalah, Budiarti Utami Putri, Bunga Claudya, Keynee Giovanni Trixi, Mellysa Widyastuti, Muhammad Alif Hudanto, Nur Imam Muhammad, Purwandini Sakti Pratiwi, Stefanno Reinard, dan Vanya Safitri. Bersama 86 peserta lainnya yang berasal dari berbagai perguruan inggi di Indonesia, sembilan mahasiswa Fikom unpad ini diberangkatkan ke Jepang pada 6 Oktober 2014.
Para mahasiswa ini diundang melalui Kantor kementrian Komunikasi dan Informatika RI yang meminta kepada sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Program Jenesys sendiri merupakan kegiattan yayasan Japan International Cooperation Center (JICE). Japan- East Asia Network of Exchange for Student and Youth (JENESYS), yaitu program pertukaran pemuda dan pelajar dari Pemerintah Jepang, bertujuan untuk mempromosikan potential interest, di kalangan pemuda ASEAN dan negara lain terhadap Jepang serta untuk mempromosikan “global understanding on Japan’s strengths, attractions and values”. Salah satu temanya adalah Mass Media Programme yang bertujuan mempromosikan pemahaman global nilai-nilai Jepang, dengan fokus pada Media Massa.
Selama sembilan hari, peserta Jenesys 2.0 batch-4 yang dibagi ke dalam empat kelompok, diagendakan untuk mengikuti workshop, juga mengunjungi beberapa tempat yang berkaitan dengan budaya Jepang dan media massa. Tujuannya agar peserta lebih mendalami pemahaman mengenai Jepang. Di akhir program, peserta diwajibkan mempresentasikan hasil workshop secara berkelompok dalam waktu sepuluh menit.
Kunjungan pertama adalah The Japan Newspaper Museum (biasa disebut News Park) di Yokohama. Peserta diberi kuliah mengenai media massa Jepang, lalu diberi kesempatan untuk melakukan observasi dan mencetak koran sendiri. Di hari berikutnya, peserta berkunjung ke sebuah perusahaan surat kabar, Akita Sakigake Shimpo.

 

 

Kegiatan selanjutnya adalah observasi stasiun televisi. Setiap kelompok mengunjungi stasiun yang berbeda. Kelompok A berjalan kaki menuju Akita Television (AKT), sedangkan tiga kelompok lainnya pergi menggunakan bus menuju Akita Broadcasting (ABS), AkitaAsahi Broadcasting (AAB), dan NHK Akita Station.
Hari berikutnya, peserta melakukan kunjungan kehormatan ke Wali Kota Semboku di daerah Kakunodate, kota Semboku. Peserta selanjutnya berkeliling di Kakunodate Bukeyashiki—rumah tua peninggalan samurai yang sekarang menjadi kawasan pelestarian kelompok bangunan tradisional penting negara—dipandu staff Kantor Walikota Semboku.
Tak hanya itu, pendalaman budaya Jepang juga didapat peserta melalui homestay selama dua hari. Peserta kembali dibagi ke dalam beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari empat sampai tujuh orang. Melalui homestay dan interaksi dengan host family, peserta mendapat kesempatan menyentuh langsung kebudayaan Jepang dan terlibat dalam keseharian masyarakat di Jepang. Selain mendalami budaya dan kultur, kegiatan ini juga bisa memupuk hubungan kepercayaan antara peserta dan masyarakat Jepang.
Di akhir program, peserta dikirim kembali ke Tokyo untuk melakukan presentasi dari hasil temuan selama di Jepang, juga action plan yang akan dilaksanakan sekembalinya ke tanah air pada 14 Oktober. (Keynee)