Senni Tamara, Omset Sepatunya Mencapai Rp 120 juta Perbulan.

 
Seni Tamara.

Senni Tamara.

BERAWAL dari keprihatinan dengan kondisi para pengrajin sepatu yang ada di wilayah tempat tinggalnya di Bogor, membuat Senni Tamara, alumni Prodi Jurnalistik angkatan 2005 ini tergerak untuk memberdayakan para pengrajin sepatu tersebut. Dia pun mencoba untuk memproduksi sepatu balita. Karena keuletannya, Senni sukses menjadi seorang wirausaha muda.

 
Senni Tamara Suhendra, yang akrab disapa Senni ini mengatakan, usaha sepatu untuk balita ini baru berjalan sekitar satu tahun. Dengan modal uang tabungan Rp.5 Juta, usahanya dibangun dengan dasar keprihatinan akan kehidupan para pengerajin sepatu yang mayoritas perempuan.

 
”Berawal dari Asisten Rumah Tangga (ART) cerita, kalau dia enggak punya penghasilan karena, pabrik sepatu tempat kerjanya dulu kini sudah bangkrut,” jelas Senni saat dihubungi oleh heibogor.com .

 

Bersama keluarga (Foto koleksi pribadi)

Bersama keluarga (Foto koleksi pribadi)

Mendengar cerita yang cukup memilukan tersebut, akhirnya Senni memutuskan untuk memberdayakan para pengrajin sepatu yang telah kehilangan sumber penghasilannya. Mayoritas pengerajian adalah para janda yang harus menafkahi dan menyekolahkan anak-anak mereka.

 
Usaha sepatu ini pun tak hanya untuk mencari keuntungan, namun juga untuk memberikan pekerjaan terhadap para pengrajin sepatu agar mampu menafkahi anak-anak mereka. Kini usaha Senni sudah memiliki enam bengkel sepatu dengan 32 orang pegawai.

 
”Kebanyakan pegawai disini perempuan dan mereka janda, kasian anak-anak mereka kalau orang tuanya tidak bekerja. Makanya saya buka usaha ini itung-itung berbagi rejeki dengan mereka,” Tambah Senni.

 
Usaha sepatunya kini sudah mampu menembus pasar luar pulau jawa. Hal ini diakui Senni berkat bantuan teman-temannya dan sosial media yang dijadikanya untuk promosi sehingga dalam satu bulan omzetnya bisa mencapai Rp.120 juta.

 
“Modal awal cuma Rp.5 juta tapi omzetnya sudah mencapai Rp.120 juta,” ujarnya.
Senni juga bercerita tentang keterlibatannya di usaha sepatu balita ini, dia mengaku terjun langsung untuk produksi, dari menentukan model hingga pemilihan bahan dilakukannya sendiri.
Meski usahanya kini sudah semakin besar namun untuk membuka toko Senni mengatakan masih mengumpulkan modal.

 
”Buat buka toko sih pengen banget tapi masih ngumpulin modal dulu buat sewa atau beli tokonya,” ujarnya sambil tertawa.

 
Menurutnya, hal yang terpenting bukanlah keuntungan yang besar namun, bagaimana usaha miliknya bisa membawa rejeki juga bagi orang sekitar. (heibogor.com)