Seratus Piala, Khairunnisa Nabila

 

Profil-Mahasiswa-Nissa-2BERHASIL meraih piala lebih dari seratus buah lantas tak membuat Khairunnisa Nabila merasa cukup untuk menoreh berbagai prestasi. Khairunnisa Nabila yang biasa dipanggil Nisa adalah mahasiswi program studi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) angkatan 2012. Berbagai kejuaraan dia sabet mulai dari bidang musik, seni budaya, public speaking, hingga lomba debat bahasa Inggris.

 
Gadis berdarah Padang ini mengaku mulai mengikuti aneka lomba sejak TK yaitu lomba menyanyi. Walau saat itu ia tak mahir bernyanyi baginya mengikuti berbagai perlombaan adalah suatu hal yang menyenangkan dan bisa mengasah mentalnya. Hingga akhirnya ia berhasil memenangkan piala pertamanya pada lomba menyanyi tingkat SD se-Kota Padang.

 
Nisa yang awalnya mengaku tak bisa menyanyi ini juga berhasil merebut berbagi prestasi di bidang musik salah satunya Nisa berhasil membawa bandnya yang bernama Claviora berhasil memenangkan berbagai kejuaraan Festival Band hingga tingkat Sumatera Barat – Riau.

 
Baginya walau pada awalnya kita tak bisa melakukan sesuatu itu yakinkanlah kita untuk mencobanya, “Try what you gonna try, because live is just once” ujarnya ketika ditanya mengenai moto hidupnya. Degan moto inilah Nisa berangkat untuk meraih juara dalam berbagai perlombaan.

 
Gadis sulung dari tiga bersaudara ini mengaku awalnya saat kelas 1 SD pernah meraih juara 1 pada lomba pidato tingkat SD sekota Padang mengalahkan murid -murid kelas 5 dan 6 SD. Semangat ini pun tak serta-merta luntur ketika Nisa mengikuti perlombaan bergengsi di Bogor yaitu perlombaan Public Speaking seprovinsi Jawa Barat yang diadakan oleh Junior Chamber International (JCI) Indonesia pada April 2013. Nisa yang merupakan mahasiswa hubungan masyarakat Fikom Unpad ini lantas meraih juara 1 dan mewakili Jawa Barat untuk bertanding tingkat Nasional di Bogor pada Mei 2013.
Gadis yang mengaku ingin menjadi duta besar ini bahkan berhasil meraih peringkat ke-2 setelah berhasil memberikan public speaking secara impromptu dengan menggunakan Bahasa Inggris mengenai MDGs ke-7 yaitu memastikan kelestarian lingkungan dengan mendaur ulang sampah.

 
Hal ini juga tidak lepas dari pembelajaran yang ia dapat selama berkuliah di Fikom Unpad. Menurut Nisa, mata kuliah retorika sangat membantu Nisa dalam mengasah kemampuannya di bidang public speaking secara impromptu. Belum lagi teori-teori yang ia dapat selama berkuliah di jurusan hubungan masyarakat membantunya mengembangkan teknik berbicara dan teknik persuasi Nisa saat mengikuti perlombaan JCI ini.

 
Tahun 2014 ini Nisa kembali tampil mewakili Jawa Barat dalam perlombaan Public Speaking tingkat nasional yang diselenggarakan oleh JCI Indonesia di Solo pada 26 April silam. Walau kali ini tak menyabet juara, Nisa mengaku cukup puas dengan hasil yang ia dapat sebab ia bisa menambah pengalamannya bertanding dengan orang-orang yang ahli di bidang Public Speaking.

 
Nisa mengaku saingannya kali ini jauh lebih berat dibandingkan tahun lalu karena banyak dari lawan-lawannya yang berasal dari lulusan S1 luar negeri dan tak sedikit pula dari peserta perlombaan Public Speaking JCI ini adalah karyawan-karyawan yang sering dinas ke luar negeri. “ Mereka tentu lebih berpengalaman dan lebih bagus pengucapan Bahasa Inggris-nya karena setiap hari mereka langsung berhubungan dengan orang asing,” ujarnya.

 
Menurut Nisa, dalam realita banyak mahasiswa yang hanya mampu berorasi dan berdemonstrasi namun tak mampu memberikan bukti nyata kepada masyarakat. Padahal sebagai manusia kita adalah ‘maha’ dari siswa, seharusnya kita bisa mengatasi permasalahan negara ini dengan cara yang beretika, dengan aksi nyata dan mulailah dari hal-hal yang kecil. “Jangan sebagai agen perubahan kita justru membawa perubahan ke arah yang lebih buruk,” ujarnya.

 
Nisa berpesan, “Tungkek Membaok Rabah”. Artinya sebagai generasi muda jangan membawa lingkungan menjadi bobrok bawalah minimal orang-orang di sekeliling kita ke arah yang lebih baik dengan pendidikan dan etika kita sebagai seorang mahasiswa. Nisa berharap ke depannya ia juga akan memberikan kontribusi untuk Indonesia yaitu dengan mewakili Indonesia dalam Public Speaking tingkat internasional di luar negeri dan memberikan orasi-orasi yang mendalam dengan memberikan solusi yang solutif untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di Indonesia. (Iriyanti Mendayun)