SMAK Penabur Summarecon Bekasi Kunjungi Fikom Unpad

 

SMA-Penabur-1-edit

JATINANGOR – Fakultas Ilmu Komunikasi semakin dicari dan menjadi incaran bagi para pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan mereka ke peguruan tinggi. Hal itu terbukti dari antusiasme yang ditunjukkan oleh 31 orang siswa SMAK Penabur Summarecon Bekasi saat berkunjung ke Fikom Unpad, Kamis (29/10) di Ruang Rapat Pleno Gedung Dekanat Kampus Unpad Jatinangor, Sumedang.

 

Dalam kunjungan kali ini, Nita, S.Sos yang didampingi oleh Yani, S.Pd selaku guru Bimbingan dan Konseling (BK) menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan ke kampus Fikom Unpad ini dalam rangka mencari informasi seputar kegiatan akademik dan kemahasiswaan di perguruan tinggi negeri yang perlu diperkenalkan kepada siswa-siswi SMAK Penabur. Semoga dengan adanya kegiatan tour campus ini dapat menjadikan motivasi dan terbentuk alumni SMAK Penabur Summarecon Bekasi yang kuliah di salah satu universitas terfavorit di Indonesia, tutur guru Bahasa Inggris tersebut.

 

Kegiatan kunjungan ini diterima dengan hangat oleh Kahumas Fikom Unpad, Aat Ruchiat Nugraha, S.Sos., M.Si. dan Sekretaris program Diploma III Fikom Unpad, Dr. Edwin Rizal, M.Si. Pada kesempatan yang sama, Dr. Edwin Rizal, M.Si menyampaikan sambutannya yang mewakili pimpinan fakultas menyatakan bahwa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini merupakan salah satu kampus di Universitas yang selalu mendapatkan kunjungan dari berbagai siswa maupun mahasiswa nasional maupun internasional.

 
SMA-Penabur-3-editMenurut Edwin, pada oktober ini saja kunjungan ke kampus Fikom Unpad sudah mencapai 4 kali dikunjungi oleh pihak sekolah. Hal ini menandakan bahwa Fikom Unpad pada sekarang ini memang lagi ngetrend dan banyak digandrungi oleh calon mahasiswa maupun orang tua agar anaknya dapat kuliah di Fikom Unpad yang dibuktikan dengan jumlah peminat berdasarkan pendaftaran SNMPTN dan SBMPTN 2015 yaitu berjumlah sekitar 20 ribuan pendaftar yang memilih program studi yang ada di Fikom Unpad, pungkas Sekretaris Diploma Fikom Unpad tersebut.

 
Dalam sesi diskusi, para siswa disuguhi pemutaran film mengenai profil Unpad, profil Fikom, dan film pendek karya mahasiswa. Dari hasil tontonan film tersebut banyak para siswa yang bertanya seputar kegiatan akademik yang berkaitan dengan kurikulum, kerjasama, dan beasiswa. Salah seorang siswa bernama Michael menanyakan tentang ruang lingkup Ilmu Komunikasi, Cathrin yang bertanya tentang penyelenggaraan kelas double degree di Fikom, Karel menanyakan tentang jumlah kuota untuk dapat masuk Fikom Unpad, Radinda yang menanyakan tentang eksistensi dan kurikulum prodi TV & Film di Fikom, Gege yang bertanya tentang program beasiswa yang ada di Fikom, dan Yolanda yang menanyakan seputar mata kuliah yang dipelajari oleh para mahasiswa di Fikom Unpad. Pada umumnya para siswa bertanya mengenai jalur masuk, program beasiswa, kurikulum, cara mendaftar, hingga kuota yang disediakan dalam penerimaan mahasiswa baru 2015.

 
Menanggapi pertanyaan itu, Edwin Rizal menyampaikan, kegiatan di Unpad, khususnya di Fikom telah menyelenggarakan pendidikan yang berbasiskan vokasional dan akademisi yang ditandai dengan adanya program Diploma III, program Sarjana, Program Magister, dan program Doktor. Dan pada tahun Fikom Unpad menjadi fakultas yang memiliki program studi yang tingkat keketannya yang paling tinggi di Indonesia, yaitu 1: 125 orang di prodi TV & Film yang diperebutkan lewat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

 
SMA-Penabur-2-edit

“Setiap PTN tetap harus menyediakan 50 persen kuota daya tampungnya melalui SNMPTN yang didasarkan pada nilai kemampuan akademik, dan prestasi lainnya, yang dikenal dengan program Bidik Misi dan program internal Unpad yaitu “Unpad Nyaah ka Jabar”. Adapun SBMPTN didasarkan pada tes tertulis atau keterampilan, sedangkan Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) didasarkan pada mekanisme yang ditetapkan oleh fakultasnya masing-masing, yaitu untuk program Diploma dan program Pascasarjana” jelas Edwin Rizal.

 
Mengenai biaya perkuliahan, kata Edwin, pada 2 tahun terakhir ini Unpad menerapkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang lulus menjadi mahasiswa dengan kisaran dananya untuk rumpun ilmu sosial yaitu Rp 0 – Rp 6 juta yang bisa dibayarkan melalui sistem informasi layanan perbangkan yang telah bekerjasama dengan pihak Unpad, yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan BJB. “Sementara bagi mahasiswa yang dibebaskan dari segala biaya perkuliahan diperoleh berdasarkan hasil verifikasi tim registrasi dan keuangan Unpad terhadap kemampuan secara ekonomi orang tua mahasiswa tersebut”, paparnya.

 
Aat Ruchiat Nugraha, juga menambahkan, semoga pada tahun yang akan datang siswa SMAK Penabur Summarecon Bekasi ada yang berhasil menembus Fikom Unpad. “Lewat SNMPTN (Bidik Misi dan program Nyaah Ka Jabar) SBMPTN, maupun jalur mandiri SMUP, “ tutup Aat. (ARN).