SOEGENG SARJADI, Presiden Jokowi pun Datang Untuk Menyolatkannya.

 
Soegeng Sarjadi (Foto Tempo.co)

Soegeng Sarjadi (Foto Tempo.co)

BANYAK  orang yang tidak mengetahui bahwa tokoh angkatan ’66 yang sampai akhir hayatnya tak henti berkiprah ini, adalah alumni Fikom Unpad. Banyak yang menyangka pengusaha sukses ini adalah alumni Fakultas Ekonomi.

 
Itulah Soegeng Sarjadi. Lelaki kelahiran Pekalongan 5 Juni 1942 ini menghembuskan nafas terakhir, Kamis (30/11) di RS Perta Medika Sentul Bogor dan dikebumikan di pemakaman keluarga di Pondok Halimun RT 01 RW 04 N0.5, Selabintana, Sukabumi Jawa Barat.

 
Almarhum merupakan salah satu alumni terbaik yang dimiliki Fikom Unpad. Namanya sangat menonjol karena selain dikenal sebagai pengusaha sukses dia pun masih tetap eksis dalam pengkajian masalah sosial, politik, eknomi dan kemasyarakatan. Tulisannya masih bisa dibaca di Koran-koran nasional, wajahnya juga kerapkali muncul di layar televisi yang memandu acara talkshow SSF (Soegeng Sarjadi Forum).

 
Untuk kajian kemasyarakatan dia memiliki lembaga SSS (Soegeng Sarjadi Syndicate) yang salah satu kegiatannya membuat aneka riset masalah-masalah sosial kemasyarrakatan termasuk kajian komunikasi politik. Sejak 2009 sampai sekarang, dia pun menjadi pemimpin SSSG (Soegeng Sarjadi School of Government), sebuah sekolah calon “pejabat” dimana di sekolah ini seorang siswa akan dibekali berbagai ilmu pemerintahah termasuk masalah politik. Siswanya banyak para kepala daerah yang baru terpilih atau mereka yang mau maju dalam pilkada. Kepala SSSG adalah pengamat politik Fadjrul Rachman.

 

Bersama rekan seangkatan di Fikom Unpad (Foto AA)

Bersama rekan seangkatan di Fikom Unpad (Foto AA)

Menurut Dr. Atang Syamsudin, mantan adik kelasnya semasa kuliah di Fakultas Publisistik (sekarang Fikom) Unpad, Soegeng sejak mahasiswa sudah terlihat jiwa kepemimpinannya. Dia termasuk orang yang amat kritis sehingga ia terpilih menjadi ketua Senat Mahasiswa Fakultas Publisistik Unpad.

 
Bukan hanya di tingkat fakultas, menurut Achmad Saelan, teman seangkatanya waktu kuliah, selepas menjadi ketua Sema, dia terpilih menjadi Ketua Dewan Mahasiswa Unpad. “Dia dikenal sangat kritis kepada pemerintahan Orde Lama yang dipimpin Soekarno” ungkap mantan Pemred HU Pikiran Rakyat dan mantan Ketua PWI Jabar ini.

 
Karena kelantangannya dalam berorasi, sambung Saelan, dia sangat disegani oleh para aktivis mahasiswa lainnya di luar Unpad dan sangat dikenal dikenal oleh para aktivis kampus di Bandung dan kota-kota lainnya. Dia berani merobek-robek gambar Soekarno ketika berorasi.

 
Karena keterkenalannya, seusai rezim Orde Lama tumbang, dia dipercaya untuk menjadi anggota DPR-RI bersama para aktivis angkatan 66 lainnya, dan Soegeng adalah satu-satunya Ketua Dewan Mahasiswa dari Jabar yang masuk parlemen.

 
Usai menjadi anggota parlemen dia berkiprah menjadi wirausaha. Suami dari Dr.Sri Soesilastoeti, seorang dokter lulusan Unpad mendirikan Kongsi Delapan (Kodel) sekaligus sebagai presdirnya. Kodel ini dibangun diantaranya bersama Fahmi Idris, Aburizal Bakri, Ponco Sutowo dan lain-lain. Dia pun mendirikan sejumlah perusahaan yang sukses, diantaranya PT Parama Bina Tani, PT Airess Mega Utama, PT Grahamas Intirta, PT Airess Sukses Makmur, PT Tri Saga Sarana dan PT Lumbung Emas Lestari.

 

acara SS Forum di TVRI. (Foto article.win.com)

acara SS Forum di TVRI. (Foto article.win.com)

Soegeng tidak pernah melupakan almamaternya Fikom Unpad sejak kampus Fikom masih di Sekeloa, bahkan dia bercita-cita ingin membuat sebuah pusat kajian media di kampus Fikom Jatinangor lengkap dengan isinya seperti perpustakaan, laboratorium, dll.

 
Karena semangat mengabdinya tetap tinggi kendati usianya sudah semakin renta, juga dia tetap produktif menghasilkan karya tulis baik artikel maupun buku, serta berkiprah di dunia sosial kemasyarakatan dengan aneka kajian lewat SSS, SSF dan SSSG. Fikom Unpad, almamaternya di akhir tahun 2014 ini tadinya akan menganugerahkan gelar Doctor Honoris Causa. Persiapan menuju ke situ sudah dimatangkan, namun Tuhan memiliki kehendak yang lain. Dia keburu dipanggil ke haribaan Nya.

 
Soegeng sudah merencanakan akan mengundang Presiden Joko Widodo pada saat penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa-nya di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Desember mendatang. Namun rupanya Tuhan mengaturnya lain, Presiden Joko Widodo hadir bukan dalam penganugerahan DrHC, tetapi datang untuk melayat dan menyembahyangkan almarhum di Mesjid di Masjid Al-Muhajirin Wal Anshar, Kel Grogol, Kec Limo, Depok. Jabar
Selamat Jalan Mas…
(Aceng Abdullah)