Soraya Sri Anggarawati, Meski Aktivis, IPK-nya 4

 

Soraya-Sri-Anggarwati-copy

IPK 4,00 memang sudah ditargetkan oleh Soraya Sri Anggarawati sejak kuliah tingkat pertama. Soraya adalah mahasiswi program studi Manajemen Komunikasi Fikom Unpad angkatan 2012. Ia ingin membuktikan bahwa tidak benar bahwa aktivis itu kuliahnya selalu jeblog, terbukti dirinya mampu mencapai target tersebut meskipun kegiatannya cukup padat dengan berorganisasi. bahkan ia pun menjadi mahasiswa berprestasi (mawapres) tahun lalu dari prodi ini.

Gadis sulung dari tiga bersaudara ini bergabung dengan dua organisasi kampus di Fikom Unpad yakni, KJ21 (Kelompok Jatinangor 21) dan Hima Mankom. Ia memegang peranan penting dalam keduanya. Di KJ 21 menjabat sebagai wakil ketua sedangkan di Hima Mankom menjabat sebagai vice coordinator global activity and producing on human resources. Ia mengaku bahwa keduanya cukup menyita waktu.

“Awalnya dia tidak tertarik masuk organisasi karena tidak ada yang ajeg. Beberapa UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) sempat aku ikuti namun tidak sesuai sama akunya. Sejak semester 3 aku dikenalkan dengan Hima Mankom, dari situ aku belajar kalau organisasi kampus not that bad kok,” ujar Soraya.

Kesibukan Soraya tidak berhenti sampai di semester 4 ia pun terpilih sebagai mahasiswa berprestasi (Mawapres) tingkat Prodi Mankom. Sayang dalam kompetisi di tingkat fakultas dia gagal meraih predikat Mawapres Fikom Unpad.

Soraya juga terlibat menjadi mentor untuk Leadership Camp for Young Leader Indonesia. Gadis yang memiliki hobi renang ini bertekad untuk mendapatkan IPK 4.00 hingga lulus nanti meskipun banyak kegiatan yang harus dijalankan selain kuliah.

“Aku tipikal orang yang perfeksionis, jadi aku kalau mengerjakan tugas semaksimal mungkin gak pernah yang sebatas mengerjakan dan mengumpulkan. Selain itu, aku juga orangnya sistem banget, jadi aku bisa ngikutin semua sistem yang dosen buat misalnya, mengetahui cara dosen ngajar, mengetahui tipe tugas yang dosen inginkan,” kata Soraya ketika ditanya mengenai strategi mempertahankan IPK.

Soraya kerap kali berkonsultasi tentang perkuliahannya dengan sang ayah yang juga dosen komunikasi di Universitas Al-Azhar. Ia mengaku banyak hal yang diajarkan oleh ayahnya seperti kiat-kiat mengerjakan tugas agar maksimal, tipikal dosen secara umum, dan sebagainya (Amalia Pangestika).