Teliti Masyarakat Samin, Rini Darmastuti Raih Gelar Doktor Komunikasi

 

doktor-rini-01-edit

BANDUNG – Masyarakat Samin, masyarakat adat di Sukolilo, Pati Jateng memiliki keunikan dalam kepercayaan, falsafah dan pandangan hidup. Bahasa Jawa yang digunakan oleh mereka pun berbeda dengan bahasa Jawa umumnya, dengan bahasa ini mereka berkomunikasi dengan gaya bahasa yang “nyleneh”.

Pola komunikasi masyarakat Samin ini lalu diteliti oleh Dosen Prodi Public Relations, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Rini Darmastuti. Lewat penelitiannya ini Rini berhasil meraih doktor komunikasi dari Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad.

Rini dipromotori oleh Dr.Atwar Bajari,MSi, Prof.Dr.Haryo S Martodirdjo,MS dan Dr. Eni Maryani MSi. Bertindak sebagai oponen ahli Prof. Deddy Mulyana,MA, PhD, Dr.Siti Karlinah MSi, dan Sri Hastjarjo, PhD.

Rini melakukan penelitian, bertujuan untuk mendeskripsikan budaya masyarakat Samin dan menggali simbol-simbol budaya serta makna simbol yang digunakan. Rini ingin memetakan pola komunikasi serta mengonstruksi identitas masyarakat Samin dalam gerakan sosial.

Menurut Rini terdapat sejumlah simbol budaya berupa kendi, caping, tembang, tanaman, hasil pertanian, upcara adat sebagai simbol perlawanan secara damai terhadap pembangunan Semen Gresik di sekitar perkampungan adat Samin.

Dalam gerakan aksi menolak pembangunan pabrik semen ini pola komunikasinya dilakukan melalui opinion leader. Gerakan aksi damai ini, menurut Rini makin memperkuat konstruksi identitas diri masyarakat Samin. Pandangan dan penerimaan dari masyarakat luar Samin yang menempatkan masyarakat Samin sebagai pemimpin dan motivator pun membuat masyarakat Samin semakin yakin dengan identitas diri mereka, yaitu identitas diri sebagai petani Jawa yangan mengikuti ajaran Samin Surosentiko. (AA)