Teliti Komunikasi Wanita Pekerja yang Memiliki Anak di Jakarta, Susi Yunarti, Raih Gelar Doktor Komunikasi.

 

DSC02931

BANDUNG – Fungsi dan peran sebagai orang tua para wanita pekerja mengalami pergeseran. Para wanita yang seharusnya menjadi orangtua sekarang lebih mengejar karir dan materi. Akibatnya perhatian para wanita karir terhadap keluarga menjadi terbagi-bagi. Anak-anak mereka pun dibesarkan oleh orangtua sang wanita karir, oleh pembantu, babby sitter atau dititipkan di tempat penitipan anak.

 

Dosen Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta, Susi Yunarti mengungkapkan hal itu dalam sidang promosi doktor belum lama ini di Program Pascasarjana Fikom Unpad. Susi dipromotori oleh Prof.Dr.E Kuswarno,MS, Prof.Dr. Mien Hidayat, MS dan Prof.Dr. Nina Winangsih Syam, MS.

 

Bertindak sebagai tim oponen ahli Prof.Deddy Mulyana,MA,PhD, Prof.Soleh Soemirat,MS dan Dr. Atwar Bajari, MSi. Sedangkan representasi guru besar dipercayakan kepada Prof.Dr.Ir. M.Mahfud Arifin,MS.

 

Di hadapan penguji Susi berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Konstruksi Makna tentang Pengalaman Komunikasi Wanita Bekerja yang memiliki Anak Balita di Jakarta” (Studi Fenomenologi tentang Pengelolaan Keluarga yang Berkaitan dengan Pengasuhan Balita).

 

Menurut Susi, makna diri wanita bekerja yang memiliki anak balita dapat dikelompokkan menjadi diri yang eksis berprestasi, diri yang memiliki kemampuan, dan diri yang mencari penghidupan. Keseimbangan dalam menjalankan peran sebagai ibu dan peran sebagai pekerja dapat terjaga karena para wanita bekerja mendapat dukungan dalam pengasuhan anak balitanya dari keluarga, pembantu dan tempat penitipan anak sesuai dengan motif dan harapan yang mereka miliki.

 

Makna diri wanita bekerja, lanjut Susi dikembangkan melalui kesadaran, perasaan dan perlakuan yang diterima menjadi sekumpulan pengetahuan, mendorong mereka untuk memiliki istilah yang menjadi preferensi tersendiri.
“Konsep diri yang dimiliki wanita bekerja yang memiliki anak balita, dikembangkan melalui interaksi antara diri dengan orang lain di lingkungannya” ujar Susi. (AA)