Theresia Budiarti Utami Putri, Aktivis yang Mawapres Prodi Jurnalistik

 

Theresia-Budiarti-Utami

THERESIA Budiarti Utami Putri, atau yang biasa dipanggil Putri. Mahasiswa program studi Ilmu Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) angkatan 2012 ini seringkali dipertemukan dengan situasi harus memilih antara kegiatan perkuliahan dengan kegiatan non akademik.

Menurutnya, proses belajar di bangku kuliah dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Putri merasa berada di keputusan yang tepat saat ini memilih Fikom Unpad sebagai tempatnya untuk menimba ilmu. Ditambah akreditasi dan situasi yang mendukung di kampus menambah rasa yakin Putri. Maka dari itu Putri tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang telah diterimanya.

Merasa kemampuannya masih bisa jauh dikembangkan lagi, Putri mencoba untuk berorganisasi. Mulai dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gelanggang Seni Sastra Teater dan Film Unpad, dJatinangor dan Cinematography Club Fikom Unpad. Keaktifan Putri pun terbukti dengan prestasi yang diterimanya, ia terpilih sebagai Penata Suara Terbaik Moviekom 2014. Tidak hanya itu, Putri pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi di dJatinangor periode kepengurusan 2014-2015.

Ketika Putri diharuskan untuk memilih antara proses perkuliahan dan kegiatan organisasinya pun dia menjawab, “ Aku engga segan untuk ninggalin kuliah satu-dua kali pertemuan kalau memang ada yang lebih berharga buat aku kerjain di organisasi atau di tempat lain.”. Resep putri dari pasangan Nurhadi dan Maria Goretti Sri Pangerti dalam membagi kadar prioritasnya adalah dengan fokus di keduanya. “Jangan campur aduk kedua kegiatannya, soalnya nanti bakal engga maksimal.”, Putri menambahkan.

Keputusan Putri untuk bertanggungjawab akan pilihannya bukanlah omong kosong belaka. Terbukti dengan IPK Putri yang mencapai 3.97 setelah empat semester yang dilewatinya. Dorongan semangat dan dukungan didapat Putri lewat keluarganya. Meskipun Putri diberikan kebebasan, dia mencoba untuk tidak keluar garis kepercayaan yang sudah diberikan keluarganya. “Balik lagi, kuliah itu amanat orang tua dan inget tujuan awal ke sini buat apa.”, tutur Putri.

Usaha yang sedang dilakukannya saat ini tidak terlalu khusus. Kegiatan yang dilakukan Putri masih di sekitar proses perkuliahan, aktif berorganisasi, dan berusaha mencari pengalaman di luar kampus. Kegiatan di luar kampus yang dimaksud Putri adalah suatu hal yang dapat membantunya menghasilkan sebuah karya. Bila dikaitkan dengan program studi yang digeluti oleh Putri sudah jelas kegiatan tersebut adalah menulis.

Mulai dari kegiatan magang sebagai content writer di Kompas Klasika Jabar, program ke luar negeri, serta usaha-usaha menulis di media massa menjadi beberapa cara Putri untuk aktif di luar kampus. Tulisan Putri pun sudah beberapa kali muncul di media massa, seperti dimuat di Rubrik “Argumentasi” Kompas Kampus, “Mahasiswa Bicara” Harian Kompas, dan “Poros Mahasiswa” Sindo Jabar. Putri pun mengatakan bahwa segala kegiatan yang dilakukannya memotivasi dirinya untuk berkarya. Baik karya berupa tulisan, film, puisi, dan lain-lain.

Usaha Putri pun dibantu oleh pihak kampus. “Di Prodi Jurnalistik, beberapa waktu lalu sudah memanggil mahasiswa yang dianggap berprestasi.”, jelas Putri. Sosialisasi tentang mahasiswa berpestasi pun sudah diberikan. Prodi telah mempersiapkan hal ini dari jauh-jauh hari. Baik secara fisik maupun mental dalam proses pencapaian gelar bergengsi ini. (Adithya Asprilla)