University of Erfurt Jerman Adakan Short Course di Fikom Unpad

 

Jerman-1

JATINANGOR – Rombongan University of Erfurt tiba di kampus Fikom Unpad. Kedatangan 12 mahasiswa, 3 dosen muda, dan 1 profesor ini dimaksudkan untuk menjalin kerjasama dalam bentuk short course atau kuliah singkat di Fikom Unpad selama dua minggu, 26 Oktober-4 November 2015. Sebanyak 6 mahasiwa program sarjana dan 2 mahasiswa magister dari Fikom Unpad juga turut bergabung dalam kegiatan short course ini.

 
Kerjasama University of Erfurt dan Universitas Padjadjaran dibingkai dalam konteks pembahasan mengenai transformasi sistem media dan budaya komunikasi di Indonesia, beranjak dari rezim militer otoriter menuju supremasi sipil dan demokrasi. Transformasi sistem media Indonesia serta perannya dalam transformasi politik akan dieksplorasi melalui perspektif keilmuan dan penelitian.

 
Dalam konteks pengembangan akademis, sejumlah workshop dan diskusi antara mahasiswa dan dosen dari kedua universitas akan digelar. Perwakilan dari organisasi profesional seperi Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Dewan Pers dan organisasi-organisasi riset media juga akan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selain itu, mahasiswa dan dosen akan melakukan penelitian lapangan langsung ke Bandung dan Jakarta sesuai dengan topik penelitian, kunjungan ke UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta wisata alam dan budaya ke Yogyakarta.

 
Topik-topik yang akan dibahas meliputi kajian isi media, yang telah terpolarisasi dalam dua posisi berlawanan terutama sejak pelaksanaan Pemilu 2014 dimana masing-masing kelompok didukung penuh oleh media partisannya. Kajian juga akan mencakup bahasan representasi kelompok minoritas di media massa Indonesia, dimana kritik terbesar datang terhadap isi media yang sangat berorientasi pada Pulau Jawa dan Jakarta.
Jerman-2

Tema lain dari kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan adalah formulasi ruang publik alternatif sebagai arena bagi kekuatan-kekuatan yang berlawanan dan kelompok-kelompok perlawanan sebagai akibat dari berkurangnya kepercayaan publik terhadap ruang publik dominan yang disajikan dalam dan oleh media massa arus utama. Bentuk ruang publik alternatif yang menjadi subjek dalam penelitian adalah ruang cyber (internet) dan media komunikasi nonmassa seperti mural, seni jalanan dan grafiti yang telah menjadi bagian integral dalam subkultur urban di Jakarta, Bandung dan berbagai kota besar lainnya di Indonesia.

 
Program ini adalah kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan oleh University of Erfurt yang diprakarsai oleh Prof. Dr. phil. Habil. Kai Hafez yang dilaksanakan di Mesir dan Kamboja. Kegiatan ini akan memperdalam pengetahuan mengenai perbandingan sistem media dan budaya komunikasi di Asia, terutama di Asia Tenggara, Afrika dan Timur Tengah, area yang menjadi kekhususan Prof. Dr. Kai Hafez.

 
Dalam desain yang telah dibicarakan sebelumnya, program ini direncanakan akan berlangsung dalam kurun waktu 3 tahun. Apabila tahun ini berfokus pada kunjungan ke Indonesia dan bagaimana mahasiswa dan dosen dari kedua negara berinteraksi dan berfokus dalam setting dan tema bahasan Indonesia, maka pada tahun kedua diharapkan program dapat dilaksanakan di dalam setting dan tema bahasan Jerman dengan University of Erfurt berperan sebagai tuan rumah, berganti peran dengan Universitas Padjadjaran. (Margaretha Sinaga)